Mobil Mogok dan Terdengar Bunyi Klik? Jangan Buru-buru Ganti Aki, Ini Penyebabnya

Ari Arief • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 15:20 WIB
Ilustrasi petugas bengkel tampak sedang melakukan cek terhadap kesehatan aki mobil.(generate ai)
Ilustrasi petugas bengkel tampak sedang melakukan cek terhadap kesehatan aki mobil.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bunyi klik berulang yang terdengar saat tombol start-stop atau kunci kontak diputar kerap menjadi pertanda mobil mogok. Kebanyakan pemilik kendaraan kerap langsung menyalahkan kondisi aki yang soak dan buru-buru membeli unit baru. Padahal, masalah kelistrikan kendaraan tidak selalu bersumber dari aki.

Melansir laman Autoindustriya, terdapat sejumlah faktor teknis yang menyebabkan kelistrikan mobil bermasalah hingga memicu kendaraan mogok:

1. Usia Pakai Baterai Sudah Usang Aki mobil umumnya memiliki masa pakai optimal sekitar 3 hingga 5 tahun. Jika usia aki sudah tua dan putaran mesin terasa makin berat saat dinyalakan, penggantian aki memang menjadi solusi mutlak.

2. Mobil Terlalu Sering Menganggur Proses pengisian ulang daya aki memerlukan durasi berkendara yang cukup. Perjalanan singkat berdurasi 5–10 menit atau kendaraan yang terlalu lama terparkir di garasi tidak memberi cukup waktu bagi alternator untuk mengisi daya baterai hingga penuh.

3. Kebocoran Arus Listrik (Parasitic Drain) Perangkat elektronik tambahan seperti dashcam, sensor keyless, alarm, modul OBD-II, hingga sistem audio aftermarket yang salah pada jalur kabel dapat terus menyedot arus listrik secara diam-diam saat mobil dalam kondisi mati.

4. Kerusakan Sistem Pengisian (Alternator) Apabila komponen alternator, regulator tegangan, atau kabel pengisian mengalami kerusakan, aki tidak akan mendapat pasokan listrik saat mobil berjalan. Gejala ini biasanya ditandai dengan lampu utama yang meredup atau indikator baterai menyala di dasbor.

5. Terminal Longgar dan Terjadi Korosi Penumpukan kerak korosi berwarna putih kebiruan pada terminal aki dapat mengganggu aliran arus listrik. Selain itu, dudukan aki yang longgar memicu getaran berlebih yang berpotensi merusak struktur internal baterai.

Memahami sumber masalah kelistrikan sejak dini sangat penting agar kerusakan tidak merembet ke komponen vital lain yang membutuhkan biaya perbaikan lebih mahal. Aki yang cepat habis sering kali hanya menjadi "korban" dari gangguan sistem kelistrikan atau kebiasaan pemakaian kendaraan yang kurang tepat.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
aki baterai mogok mobil