Mobil Pakai BBM Tak Sesuai Rekomendasi, Ini Dampak dan Cara Merawatnya

Ilmidza • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 19:05 WIB
Ini dampak jika mobil diisi BBM yang tak sesuai rekomendasi.
Ini dampak jika mobil diisi BBM yang tak sesuai rekomendasi.

KALTIMPOST.ID, Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi ekonomi yang belum stabil membuat sebagian pemilik kendaraan mencari berbagai cara untuk mengurangi pengeluaran. Salah satu langkah yang mulai dilakukan adalah menggunakan BBM dengan oktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan.

Contohnya, kendaraan yang seharusnya menggunakan BBM sekelas Pertamax justru diisi Pertalite karena harganya lebih murah. Cara tersebut memang dapat mengurangi biaya pengisian bahan bakar, tetapi ada konsekuensi yang perlu diperhatikan terhadap performa mesin.

Penggunaan BBM dengan spesifikasi di bawah standar yang ditentukan produsen dapat memengaruhi proses pembakaran. Pada kendaraan modern, salah satu gejala yang berpotensi muncul adalah knocking atau suara mesin mengelitik.

Risiko BBM Beroktan Lebih Rendah

Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor, mengatakan penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin dapat memengaruhi tenaga dan konsumsi BBM.

Menurutnya, suplai bahan bakar yang tidak sesuai kebutuhan mesin dapat membuat kendaraan menjadi lebih boros. Performa mesin juga bisa terasa lebih berat ketika kendaraan digunakan.

Sebagai gambaran, kendaraan yang dalam kondisi ideal diklaim mampu mencapai konsumsi sekitar 1:15 berpotensi mengalami penurunan efisiensi ketika menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai.

Meski demikian, Kamal menilai efek tersebut masih dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari dan tidak selalu langsung menyebabkan kerusakan serius pada mesin.

Pertimbangan ekonomi juga menjadi salah satu alasan pemilik kendaraan memilih BBM dengan harga lebih rendah. Selisih harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi dapat mencapai sekitar Rp5.000 per liter, sehingga perbedaan biaya pengisian cukup terasa bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Mencampur BBM Bisa Menjadi Salah Satu Siasat

Bagi pemilik kendaraan yang terpaksa menggunakan BBM beroktan lebih rendah, terdapat sejumlah cara untuk membantu menjaga kondisi ruang bakar.

Salah satu metode yang disarankan adalah mencampur penggunaan BBM secara berkala. Artinya, kendaraan tidak terus-menerus menggunakan bahan bakar dengan oktan rendah.

Kamal menyarankan agar sesekali tangki diisi dengan BBM beroktan lebih tinggi. Pengisian tersebut dapat dilakukan minimal satu kali dalam sebulan, baik dalam kondisi tangki penuh maupun sekitar setengah tangki.

Tujuannya adalah membantu proses pembakaran sekaligus mengurangi potensi penumpukan kerak pada ruang bakar.

Namun, cara tersebut bukan berarti menggantikan perawatan mesin secara menyeluruh. Jika kerak karbon sudah cukup banyak, pembersihan khusus tetap diperlukan.

Italian Tune Up untuk Membantu Membersihkan Ruang Bakar

Selain menggunakan BBM beroktan lebih tinggi secara berkala, pemilik kendaraan juga dapat melakukan metode yang dikenal sebagai Italian tune up.

Metode ini dilakukan dengan mengoperasikan kendaraan pada putaran mesin yang lebih tinggi dalam kondisi yang aman, misalnya ketika berkendara di jalan tol dan situasi memungkinkan.

Kamal menjelaskan bahwa metode tersebut dapat membantu membersihkan ruang bakar dari endapan karbon. Cara ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi pemilik kendaraan yang belum ingin melakukan tune up secara menyeluruh.

Meski begitu, pengemudi tetap harus memperhatikan batas kecepatan dan kondisi jalan. Italian tune up bukan alasan untuk berkendara secara agresif atau melampaui aturan lalu lintas.

Jangan Lupakan Perawatan Mesin

Jika memiliki anggaran yang cukup, perawatan rutin di bengkel tetap menjadi langkah penting untuk menjaga sistem pembakaran kendaraan.

Salah satu bagian yang dapat diperiksa adalah throttle body. Komponen tersebut dapat dibersihkan bersamaan dengan proses carbon cleaning secara berkala.

Kamal menyarankan carbon cleaning dilakukan setiap sekitar 5.000 hingga 10.000 kilometer, tergantung kondisi kendaraan dan kebutuhan perawatan.

Selain itu, filter bensin juga perlu mendapatkan perhatian. Pembersihan atau penggantian dapat dilakukan ketika kendaraan sudah mencapai jarak tempuh tertentu, salah satunya sekitar 40.000 kilometer.

Filter BBM Berpengaruh pada Sistem Pembakaran

Filter bahan bakar memiliki peran penting dalam menjaga kualitas aliran BBM menuju mesin. Komponen ini perlu dipastikan tetap bersih agar pasokan bahan bakar berjalan dengan baik.

Ketika filter kotor, aliran bahan bakar dapat terganggu dan tekanan suplai menjadi tidak optimal. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi proses pembakaran serta kinerja injektor.

Karena itu, pemeriksaan sistem bahan bakar sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kendaraan secara berkala.

Hemat BBM Tetap Harus Memperhatikan Kondisi Mesin

Menggunakan BBM dengan harga lebih murah memang dapat menjadi pilihan ketika pemilik kendaraan sedang berusaha mengurangi pengeluaran. Namun, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat memberikan dampak terhadap efisiensi dan performa kendaraan.

Jika kondisi ekonomi mengharuskan penggunaan BBM beroktan lebih rendah, pemilik kendaraan tetap perlu memperhatikan perawatan mesin. Penggunaan BBM beroktan lebih tinggi secara berkala, perawatan ruang bakar, pemeriksaan throttle body, serta perawatan filter bahan bakar dapat membantu menjaga sistem pembakaran tetap bekerja dengan baik.

Pada akhirnya, penghematan biaya BBM sebaiknya tetap diimbangi dengan perawatan kendaraan. Jangan sampai penghematan dalam jangka pendek justru membuat biaya perbaikan kendaraan menjadi lebih besar di kemudian hari.

Editor : Ilmidza
isi bbm mobil otomotif