Inilah 3 Tanda Ban Motor Matic Harus Segera Diganti

Ilmidza • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:26 WIB
Tanda ban motor Matic harus diganti.
Tanda ban motor Matic harus diganti.

KALTIMPOST.ID, Perawatan sepeda motor matic tidak hanya berkutat pada mesin dan sistem Continuous Variable Transmission (CVT). Komponen lain yang memiliki peran sangat penting terhadap keselamatan adalah ban, sebab bagian inilah yang bersentuhan langsung dengan aspal.

Kondisi ban sangat menentukan kemampuan motor dalam menjaga traksi dan kestabilan. Namun, sebagian pengendara masih menganggap ban baru perlu diganti ketika alur kembangannya sudah habis atau permukaannya mulai terasa licin.

Padahal, tingkat keausan bukan satu-satunya patokan. Ada beberapa gejala lain yang bisa menunjukkan bahwa ban sudah tidak layak digunakan. Mengenali tanda-tanda tersebut sejak dini dapat membantu mengurangi risiko motor kehilangan cengkeraman dan mengalami kecelakaan.

Mengacu pada informasi Wahana Honda yang dikutip Kamis (1/10/2026), terdapat setidaknya tiga kondisi yang perlu menjadi perhatian pemilik motor matic.

1. Permukaan Ban Sudah Menyentuh Indikator TWI

Ban motor memiliki komponen bernama Tread Wear Indicator (TWI). Penanda ini dibuat untuk menunjukkan batas maksimal keausan tapak ban.

Lokasinya dapat diketahui melalui simbol berbentuk segitiga yang biasanya terdapat pada dinding samping ban. Dari simbol tersebut, pengguna dapat mengikuti arah menuju bagian tapak. Di antara alur kembangan terdapat tonjolan karet kecil yang menjadi indikator TWI.

Apabila tapak ban sudah menipis hingga tingginya sama dengan tonjolan tersebut, berarti tingkat keausannya telah mencapai batas yang direkomendasikan.

Dalam kondisi seperti ini, kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan sudah berkurang. Risiko kehilangan traksi menjadi lebih tinggi, terlebih ketika motor digunakan di jalan yang licin atau basah.

Karena itu, penggantian tidak seharusnya menunggu sampai seluruh alur ban benar-benar habis.

2. Terlihat Retakan Halus di Karet Ban

Kedalaman kembangan yang masih cukup tebal belum tentu menunjukkan ban berada dalam kondisi prima. Permukaan karet juga perlu diperiksa karena usia dan paparan lingkungan dapat memengaruhi kualitasnya.

Salah satu gejala yang perlu diperhatikan adalah munculnya garis-garis retak kecil pada permukaan ban. Retakan seperti ini dapat menjadi tanda bahwa karet mulai kehilangan kelenturan dan mengalami pengerasan.

Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti paparan panas dari permukaan jalan, sinar matahari, dan air hujan dalam jangka panjang.

Menurut materi Wahana Honda, penggunaan ban secara optimal umumnya berada di kisaran 1,5 sampai 2 tahun. Meski demikian, usia bukan satu-satunya patokan karena kondisi ban tetap harus dinilai berdasarkan pemakaian dan keadaan fisiknya.

Karet yang sudah mengeras dapat membuat daya cengkeram terhadap aspal menurun. Saat melintasi permukaan basah, kondisi ini bisa semakin berbahaya karena traksi berkurang dan kemungkinan terjadinya aquaplaning menjadi lebih besar.

3. Handling Motor Mulai Tidak Stabil

Gejala lain dapat diketahui dari perubahan perilaku motor saat digunakan. Apabila setang terasa bergerak ke salah satu sisi, motor bergoyang, atau kendaraan terasa tidak stabil ketika melaju di jalan yang relatif rata, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Ketidakstabilan dapat muncul akibat keausan ban yang tidak merata. Selain itu, ban yang pernah menghantam lubang atau benda keras juga bisa mengalami benjolan. Kebocoran udara secara perlahan turut dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.

Masalah pada ban bukan hanya membuat perjalanan terasa kurang nyaman. Handling yang tidak normal juga dapat membuat pengendara lebih cepat lelah karena harus terus mengoreksi arah motor.

Risikonya akan semakin besar ketika pengendara perlu melakukan pengereman, menikung, atau manuver secara tiba-tiba. Oleh karena itu, perubahan rasa berkendara yang muncul tanpa sebab jelas perlu segera diperiksa.

Tidak Perlu Menunggu Ban Gundul

Ban memiliki fungsi penting dalam menjaga traksi, keseimbangan, dan kontrol sepeda motor. Karena itu, pemeriksaan kondisinya perlu dilakukan secara rutin dan tidak cukup hanya dengan melihat apakah kembangannya masih tebal.

Pemilik motor matic dapat mengecek indikator TWI, mengamati apakah terdapat retakan atau kerusakan pada karet, serta memperhatikan perubahan handling selama berkendara.

Jika ditemukan salah satu tanda tersebut, sebaiknya motor segera diperiksa di bengkel untuk memastikan kondisi ban. Bila memang sudah tidak layak, penggantian sebaiknya dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan pengendara.

Dengan melakukan pemeriksaan secara berkala, kondisi ban dapat lebih mudah dipantau. Langkah sederhana ini membantu mempertahankan kenyamanan sekaligus mengurangi risiko kehilangan traksi saat motor digunakan di jalan.

Editor : Ilmidza
ban motor