KALTIMPOST.ID, Busi tiruan kini makin marak beredar di pasaran dengan tampilan yang sangat menyerupai produk asli. Sayangnya, material busi palsu berkualitas sangat buruk sehingga menyimpan potensi bahaya besar bagi kendaraan Anda.
Dilansir dari laman Wahana Honda, ada 3 hal utama yang wajib Anda periksa untuk membedakan busi ori dan KW sebelum membeli:
1. Kerapian Ulir dan Kejelasan Kode Produksi
- Busi Asli: Ulir logamanya terpotong sangat rapi, halus, dan presisi. Tulisan merek serta kode spesifikasi di bodi keramik tebal, jelas, dan tidak gampang terkelupas meski digores.
- Busi Palsu: Ulir terasa kasar dan tidak simetris. Cetakan teks pada bodi keramik cenderung pudar, miring, serta mudah luntur.
2. Kekencangan Ring Gasket (Cincin Penutup)
- Busi Asli: Ring gasket terpasang amat kokoh dengan cetakan pabrik. Cincin ini tidak bisa dilepas atau diputar hanya menggunakan tangan kosong.
- Busi Palsu: Ring gasket terpasang longgar (oblak) dan sangat gampang dilepas hanya dengan dipelintir jari.
3. Risiko Fatal Menggunakan Busi Palsu
Memakai busi KW sangat merusak sistem pengapian kendaraan melalui dua tingkatan dampak:
- Dampak Langsung: Percikan api yang tidak stabil membuat tarikan gas terasa lambat (ngempos), mesin kerap tersendat (brebet) atau mendadak mati, serta konsumsi BBM jadi boros.
- Dampak Fatal: Elektroda busi KW mudah meleleh atau patah karena tidak tahan panas ekstrem. Patahan komponen logam ini bisa jatuh ke dalam ruang bakar, menggores dinding silinder, merusak piston, hingga memaksa kendaraan Anda mengalami turun mesin. Membeli busi orisinal adalah bentuk investasi terjangkau untuk menjaga performa mesin tetap maksimal. Selalu beli komponen suku cadang di toko atau bengkel resmi terpercaya guna menghindari risiko kerusakan fatal yang berbiaya mahal.