KALTIMPOST.ID, Tiga dari lima atlet Kabupaten Paser yang tampil di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) ke-17 di Solo Jawa Tengah selama Oktober 2024 ini mendapatkan medali.
Total ada 3 medali yang diraih, yaitu 1 medali perak dari cabang olahraga renang dan 2 medali perunggu dari cabang olahraga atletik pada nomor lompat tinggi dan lompat jauh.
Pjs Bupati Paser Syirajudin yang baru kembali meninjau ke Solo menyampaikan selamat kepada para atlet penyandang disabilitas tersebut.
Dia percaya atlet yang dimiliki Paser memiliki potensi yang sangat besar.
Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Paser diminta lebih memerhatikan lagi atlet yang ada di Paser.
"Saya ingin agar atlet di Paser yang prestasi maupun yang disabilitas dapat dibina lagi lebih baik. Sering-sering latihan dan ikut event untuk menambah jam terbang," kata Syirajudin, Senin (14/10/2024).
Disporapar juga diminta mencari bakat baru untuk meregenerasi atlet yang ada, karena jika atlet yang ada saat ini pensiun Paser akan kehilangan potensi olahraganya.
Sedangkan di sisi lain, Paser memiliki banyak peluang dan potensi dalam olahraga. Termasuk menyumbangkan medali untuk Kaltim.
Selain itu, perlu diperhatikan juga terkait sarana dan prasarana penunjang untuk kegiatan latihan para atlet.
"Usahakan mendatangkan pelatih untuk melatih para atlet yang ada di Paser," katanya bercerita menyampaikan hal ini ke Disporapar.
Baca Juga: Koalisi Partai Siapkan Pengganti Benny Laos di Pilkada Maluku Utara 2024. Siapa Dia?
Terpisah Kepala Disporapar, Kurniawan menyampaikan raihan medali ini memang tidak sesuai dari target awal, namun para atlet harus tetap semangat untuk terus berlatih agar pada event ke depannya bisa memperoleh medali lebih banyak lagi.
Secara umum Provinsi Kalimantan Timur pada event Peparnas ke-17 ini berada di posisi ke-13 dengan perolehan total 37 medali yang terdiri dari 7 medali emas, 13 medali perak dan 17 medali perunggu. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini