Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perbup di Paser Masih Larang Penjualan Tabung Elpiji 3 Kg dari Pengecer

Muhammad Najib • Kamis, 6 Februari 2025 | 09:35 WIB


Distribusi dari pangkalan ke masyarakat kerap terjadi kebocoran data penerima yang tidak layak mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg.
Distribusi dari pangkalan ke masyarakat kerap terjadi kebocoran data penerima yang tidak layak mendapatkan tabung gas elpiji 3 kg.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Arahan pemerintah pusat agar pengecer dijadikan sub pangkalan elpiji subsidi 3 kilogram belum bisa berlaku di Paser.

Meskipun faktanya masih banyak pengecer yang menjual bebas, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Paser menegaskan, hanya pangkalan titik terakhir resmi penjualan tabung gas bersubsidi.

Baca Juga: Tiga Pejabat Utama Polres Paser Berganti, Iptu Helmi Pindah ke Polda Kaltim

Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2019 tentang pendistribusian elpiji 3 kilogram di pengecer tidak termasuk dalam sistem distribusi.

"Dari Pertamina ke agen, lalu ke pangkalan, dan ke pengguna akhir," kata Kepala Disperindagkop Paser Yusuf, Kamis (6/2/2025).

Pengguna akhir adalah masyarakat miskin dan usaha mikro kecil dan menengah. Yusuf mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang pembentukan sub pangkalan.

Saat ini ada 235 pangkalan di Paser. Pengguna akhir elpiji subsidi ini untuk kelas rumah tangga hanya 1 tabung per minggu atau 4 tabung per bulan. Sementara untuk UMKM, 2 tabung per minggu atau 8 tabung per bulan.

Dia menegaskan, yang bisa membeli di pangkalan hanyalah pengguna akhir yang sudah terverifikasi layak sebagai penerima. Data penerima ini terus diverifikasi Disperindagkop agar distribusi tepat sasaran.

Baca Juga: Disnakertrans Apresiasi PT Petrosea Gelar Program Pelatihan Operator Jaring Tenaga Kerja Lokal

"Kami tengah update daftar pengguna tetap elpiji subsidi ini," katanya.

Johan, salah seorang pedagang kaki lima makanan di Tanah Grogot mengungkapkan kekecewaannya sulit mendapatkan elpiji bersubsidi ini. Bahkan dia harus membeli eceran seharga Rp 55 ribu per tabung.

"Tapi tiga hari ini kosong, jadi tidak bisa jualan," katanya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#paser #pedagang #elpiji 3 kg #Tanah Grogot #Disperindagkop UKM #distribusi #verifikasi