Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tak Dapat "Suntikan" dari Pusat, Disperkimtan PPU Upayakan Peningkatan PSU di Kawasan Kumuh Pesisir

Ahmad Maki • Sabtu, 8 Februari 2025 | 12:21 WIB
Khairil Achmad-Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU
Khairil Achmad-Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana perumahan di kawasan kumuh pesisir.

Meski program penanganan kawasan kumuh dari pemerintah pusat sudah tidak ada lagi, Disperkimtan PPU tetap berkomitmen menangani permasalahan tersebut dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, menjelaskan, sejak 2019-2020 pemerintah pusat telah menginisiasi program pengentasan kawasan kumuh melalui penyediaan sanitasi, air bersih, serta perbaikan hunian.

Namun, saat ini kewenangan pengelolaan kawasan kumuh berada di tangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Walau masuk kewenangan provinsi, di situ kan ada masyarakat kita, sehingga pemerintah daerah tetap harus punya kewajiban menangani hal tersebut,” ujar Khairil, Sabtu (8/2).

Salah satu langkah yang dilakukan Disperkimtan PPU adalah perbaikan infrastruktur, terutama akses jalan di wilayah pesisir yang sebagian besar berbentuk jembatan titian dari ulin.

Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana utilitas umum (PSU) juga menjadi perhatian utama, termasuk penyediaan ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan, seperti hajatan atau event olahraga.

Disperkimtan melanjutkan program perbaikan rumah tidak layak huni di kawasan kumuh.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pengecatan rumah-rumah warga dengan warna-warni cerah, menciptakan suasana baru yang lebih menarik dan nyaman.

Program itu terinspirasi dari Kampung Pelangi di Malang dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

“Cat dindingnya warna-warni, atapnya juga kita bantu perbaiki dan cat kembali. Tahun ini juga akan kami lanjutkan karena antusiasme warga cukup tinggi,” jelas Khairil.

Ia berharap program ini tetap dapat berlanjut meski mengalami beberapa kendala, termasuk potensi penundaan.

“Mudah-mudahan tetap dapat kita lanjutkan, walaupun ada penundaan, tapi mudah-mudahan program tersebut tetap dipertahankan,” tegasnya.

Dengan berbagai upaya ini, Disperkimtan PPU berharap kawasan kumuh pesisir dapat semakin tertata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Editor : Dwi Restu A
#pemkab ppu #kumuh. penataan #apbd