TANAH GROGOT - Harga LPG 3 kg di Paser di eceran masih tinggi. Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang diwawancarai Kaltim Post menyebutkan harganya ada yang sampai Rp70 ribu per tabung.
"Mau tidak mau dibeli, karena dua hari sudah habis dan harus jualan lagi," kata salah seorang pedagang kue Putu di Tanah Grogot, Minggu (9/2/2025).
Jika harus menunggu membeli di pangkalan, sekitar seminggu sampai 10 hari. Itu pun jatahnya hanya satu tabung per orang. Sehingga dia harus membeli yang ada di harga Rp 70 ribu per tabung.
Ada juga pedagang kaki lima lainnya yang membeli harga Rp 55 ribu per tabung. Menurut mereka untuk di Kaltim, memang seperti ini harga di eceran. Berbeda dengan di Pulau Jawa yang maksimal Rp 25 ribu saja sudah heboh.
Harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Paser seharusnya Rp 22 ribu. Jika lebih, itu hanya untuk di desa yang jaraknya memang jauh dari ibu kota.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Paser Yusuf menegaskan hanya pangkalan titik terakhir resmi penjualan LPG subsidi sesuai Peraturan Bupati Nomor 58 tahun 2019.
Pengguna akhir adalah masyarakat miskin dan usaha mikro kecil dan menengah. Yusuf mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat tentang pembentukan sub pangkalan.
Untuk saat ini ada 235 pangkalan di Paser. Pengguna akhir LPG subsidi ini untuk kelas rumah tangga hanya satu tabung per minggu atau empat tabung per bulan. Sementara untuk UMKM dua tabung per minggu atau delapan tabung per bulan.
Dia menegaskan yang bisa membeli di pangkalan hanyalah pengguna akhir yang sudah terverifikasi layak sebagai penerima. Data penerima ini terus di verifikasi Disperindagkop agar distribusi tepat sasaran.
"Kami tengah update daftar pengguna tetap elpiji subsidi ini," katanya.
Pemerintah daerah juga rutin melaksanakan operasi pasar untuk membantu tambahan stok tabung buat masyarakat. Operasi pasar ini dilaksanakan di tiap kecamatan dan berbagai desa. (jib)
Editor : Muhammad Ridhuan