Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Daging Beku Banjiri Pasar, Peternak Sapi di Paser Mulai Lesu

Muhammad Najib • Jumat, 7 Maret 2025 | 05:20 WIB

 

Peternak Sapi di Kabupaten Paser banyak berkurang karena makin banyaknya peredaran daging beku di pasar. (Foto: Najib/KP)
Peternak Sapi di Kabupaten Paser banyak berkurang karena makin banyaknya peredaran daging beku di pasar. (Foto: Najib/KP)

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Peredaran daging beku di pasar tradisional Kabupaten Paser semakin marak. Daging yang mayoritas berasal dari kerbau impor ini dijual dengan harga lebih murah dibandingkan daging sapi segar, sehingga berdampak pada anjloknya permintaan daging lokal.

Kondisi ini membuat para peternak sapi di Paser mulai enggan mengembangkan usaha mereka. Salah satu penyebabnya adalah harga jual sapi hidup yang ikut turun akibat persaingan dengan daging beku.

"Harga sapi hidup kita mengalami penurunan karena ada daging beku. Ini yang membuat peternak jadi lesu mengembangkan ternaknya," ujar Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Al Habib, dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah jelang Ramadan.

Jika tidak ada intervensi dari pemerintah, dikhawatirkan jumlah peternak sapi di Paser akan terus menurun. Pasalnya, rendahnya serapan pasar membuat peternak ragu untuk melanjutkan usaha mereka.

"Mereka jadi ogah-ogahan karena serapan di pasar rendah. Hal yang jadi pertanyaan, apakah daging beku memang boleh beredar di pasar tradisional?" tambahnya.

Saat ini, harga daging sapi segar di pasaran berkisar Rp 130 ribu per kilogram, sementara daging beku dijual mulai Rp 120 ribu per kilogram, bahkan ada yang di bawah Rp 100 ribu tergantung ukuran dan kualitas.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Paser, Yusuf, menegaskan bahwa selama tidak ada unsur penipuan, perdagangan daging beku tetap diperbolehkan.

"Perdagangan daging beku ini antar pulau, izinnya langsung dari Kementerian Perdagangan, sehingga daerah tidak memiliki kewenangan untuk melarangnya," ujar Yusuf.

Persaingan antara daging beku dan daging segar kini menjadi tantangan besar bagi peternak lokal. Jika tidak ada kebijakan yang mengatur, bukan tidak mungkin jumlah peternak sapi di Paser akan terus menurun di masa mendatang.(*)

 

Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#paser #frozen food #Tanah Grogot #peternak sapi