KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Keberadaan jembatan timbang di Desa Rangan, Kecamatan Kuaro yang sudah beroperasi, jadi perhatian anggota DPRD Paser Andi Muhammad Rizal.
Saat rapat dengan Dinas Perhubungan Paser belum lama ini, legislator dari Dapil III (Kecamatan Long Kali dan Long Ikis) itu mengatakan, keberadaan jembatan timbang ini harus ada yang mengawasi. Jangan sampai menjadi suap atau gratifikasi untuk oknum.
"Harus ada pengawasannya dan terkoneksi dengan instansi aparat penegak hukum (APH), jangan sampai terjadi suap," kata Andi Rizal.
Baca Juga: Penuh Makna, Ini Cara Petrosea Memperingati Hari Buruh Internasional di Proyek Kideco
Diketahui sejak 2024, jembatan timbang ini sudah beroperasi, namun belum bisa menindak pelanggaran dari kendaraan yang masuk kategori Over Dimension Over Loading (Odol).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Paser Inayatullah mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini belum tersedianya sarana dan prasarana untuk penyimpanan muatan.
"Misal ada muatan kelapa sawit kelebihan, tidak ada tempat untuk menahan muatan itu. Itu lah mengapa belum beroperasi," kata Inayatullah.
Untuk melakukan penindakan ini wajib didampingi pihak kepolisian. Kementerian Perhubungan melalui Balai Perhubungan Transportasi Darat (BPTD) masih berkoordinasi ke Polres Paser untuk teknis penindakan.
Baca Juga: Dua Warga Long Kali Gagal Edarkan 29 Paket Sabu-Sabu, Ngakunya Baru Dua Bulan Jalankan “Bisnis”
Saat ini, kata Inayatullah yang dilakukan petugas hanya berupa pemberian surat peringatan atau masih bersifat preventif. Ada juga penahanan sementara agar tidak beroperasi sekian jam.
Sekretaris Komisi III DPRD Paser Raniyanto mengatakan, jembatan tombang harusnya segera ada penindakan. Tidak bisa dibiarkan terus menerus kendaraan ODOL melintas di Paser.
"Bahayanya sangat dampak akibat tidak ada penindakan, untuk saat ini oke kita maklumi. Kita harus kejar ini biar cepat beroperasi," kata politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu.
Menurutnya jika kurang tenaga kerja, banyak yang warga menganggur di Paser. Lebih cepat lebih baik jembatan tersebut bisa beroperasi maksimal. (*)
Editor : Ery Supriyadi