KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Isu penolakan warga lokal program transmigrasi di Kabupaten Paser kini mulai mencuat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser Rizky Noviar menyampaikan pola dari kementerian tentang program itu telah berubah.
Dari biasanya perpindahan penduduk dari kawasan padat ke sepi, namun sekarang lebih ke pengembangan kawasan transmigrasi yang sudah ada.
"Jadi local to global konsepnya, bagaimana bisa memberdayakan masyarakat lokal," kata Rizky, Selasa (2/9).
Rizky juga menyebut program transmigrasi sekarang sudah beragam, tidak hanya perpindahan penduduk yang seperti diketahui selama ini. Pengembangan kawasan transmigrasi untuk warga lokal juga sudah jadi program transmigrasi.
Untuk kawasan di Desa Keladen Kecamatan Tanjung Harapan, Rizky menyebut baru ada 60 kepala keluarga (KK) yang mengikuti program itu. 35 KK warga lokal dan 25 warga luar Paser.
Program ke depan untuk Paser adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat lokal atau masyarakat pribumi. Nantinya program itu sama seperti program sebelumnya.
"Warga dibangunkan rumah, lahan, dan sampai jalan lingkungannya, nanti semua itu memang untuk masyarakat lokal, kita sudah usulkan ke kementerian," tegas Rizky.
Di Paser masih ada sisa 140 KK dari kementerian, Pemkab Paser akan berupaya mengusulkan seluruh sisa jatah itu untuk warga lokal. Apalagi kata Rizky sudah dukungan dari aksi masyarakat dan hasil rapat bersama kepala daerah kemarin. (*)
Editor : Dwi Restu A