TANAH GROGOT- Sebanyak 106 marbot dari Kabupaten Paser diberangkatkan umroh gratis melalui program wisata religi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Keberangkatan ini merupakan kloter terakhir dari Kaltim untuk tahun 2025.
Pelaksana Tugas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Paser Rusmadi menjelaskan, bahwa program ini adalah bentuk apresiasi terhadap para penjaga masjid dan musala yang telah melayani jemaah selama bertahun-tahun.
"Ini adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh para marbot. Mereka yang setiap hari membersihkan masjid dan menyiapkan segalanya untuk sholat lima waktu merasa seperti mimpi saat tahu mereka akan diberangkatkan," kata Rusmadi, Senin (15/9/2025).
Para marbot diberangkatkan pada Kamis malam 11 September 2025 lalu. Rusmadi menambahkan bahwa proses keberangkatan marbot ini sudah sesuai dengan kuota dan regulasi yang ditetapkan oleh Pemprov Kaltim.
Baca Juga: Sirkuit Balap Paser Hampir Rampung 100 Persen, Oktober Bakal Gelar Kejurnas
Salah satu syarat utamanya adalah masjid atau musala tempat marbot bertugas harus terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS) Kemenag dengan nomor izin atau nomor statistik. Selain itu, marbot yang bersangkutan minimal sudah mengabdi selama dua tahun.
Kemenag Paser bertugas mengumpulkan data para marbot, lalu menyerahkannya ke pihak provinsi untuk diseleksi dan dibuatkan Surat Keputusan (SK) bagi yang berhak berangkat.
Awalnya, kuota yang disediakan untuk Kabupaten Paser adalah 116 marbot. Namun, 10 di antaranya harus mengundurkan diri karena masalah kesehatan, seperti stroke dan katarak, yang timbul setelah proses pendaftaran.
Terkait apakah mereka yang batal berangkat bisa diganti atau diberangkatkan tahun depan, pihak Kemenag Paser belum bisa memberikan kepastian karena mekanisme penggantian belum ditetapkan.
Sebelum rombongan diberangkatkan, Rusmadi berpesan kepada para "tamu Allah" ini untuk selalu menjaga kekompakan, kesehatan, dan perilaku selama di Tanah Suci. Setelah program perdana ini selesai, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk keberangkatan tahun depan agar dapat diselenggarakan lebih baik lagi. (*)
Editor : Muhammad Rizki