KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dua wartawan asal Kabupaten Paser berhasil meraih predikat kompeten pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Madya.
UKW digelar oleh Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Balikpapan, 24–26 September 2025.
Mereka adalah Muhammad Najib dari Kaltim Post Biro Paser dan Tomi Wirahadi Wijaya dari Balikpapan Pos Biro Paser.
Baca Juga: Siswa SD 031 Tanah Grogot Wewakili Provinsi Kaltim di Olimpiade Sains Nasional 2025
UKW kali ini diikuti 20 wartawan dari berbagai daerah di Kalimantan. Peserta datang dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, Tarakan, Balangan, Kandangan, Banjarmasin, hingga Bengkayang dan Pontianak. Dari seluruh peserta, dua orang dinyatakan belum kompeten.
Momen kelulusan ini jadi sorotan, bukan hanya bagi para wartawan Paser, tetapi juga bagi dunia pers di Kalimantan.
Direktur Eksekutif LPDS, Kristanto Hartadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga kemerdekaan pers melalui peningkatan kualitas jurnalistik.
“Kami berterima kasih kepada Pegadaian yang mendukung serial UKW di 11 kota sepanjang 2025. Kolaborasi seperti ini langka,” ujarnya saat penutupan, Jumat (26/9/2025).
Kristanto mengingatkan wartawan agar terus belajar. Tantangan ke depan semakin berat dan jurnalis diharapkan mampu menyampaikan fakta serta kebenaran.
Penguji lain, Maria D. Andriana, mengimbau wartawan untuk tidak cepat puas.
“Baca dan baca terus. Jangan seperti katak dalam tempurung. Cintailah profesi ini,” pesannya.
Lahyanto Nadie menambahkan, ilmu yang diperoleh selama UKW harus diamalkan, termasuk keterampilan menulis feature.
“Gali terus potensi kalian. Tantang diri untuk rutin menulis,” katanya.
Baca Juga: Bulog Paser Serap Gabah dan Beras Petani Lokal hingga Akhir Tahun, Ternyata Disiapkan untuk Ini
Sementara itu, Lestantya R. Baskoro menekankan pentingnya akurasi bahasa.
“Ketika wartawan berhenti belajar, maka berhentilah dia menjadi wartawan,” tegas mantan wartawan Tempo itu.
Priyambodo RH, penguji yang dikenal dengan kumis dan kacamata gelapnya, menutup dengan pesan yang membakar semangat.
“Spirit wartawan harus tinggi. Prinsipnya boleh kalah, tapi tidak boleh takut,” katanya. (*)