KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Gangguan layanan air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo Paser dikeluhkan warga Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, setelah pasokan terhenti sejak 7 Oktober.
Masalah itu dipicu kebocoran pipa utama dan diperparah molornya estimasi waktu perbaikan.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun media sosial resmi Perumdam Tirta Kandilo pada Selasa (7/10) lalu, gangguan tersebut disebabkan kebocoran pipa ductile berukuran 400 mm yang berlokasi di Desa Damit, Kecamatan Paser Belengkong.
Awalnya, Perumdam mengestimasi perbaikan akan memakan waktu dua hari hingga 8 Oktober. Namun, proses perbaikan ternyata kembali diperpanjang dengan estimasi selesai hingga Sabtu (11/10).
Terhentinya aliran air bersih selama hampir tujuh hari itu menimbulkan keluhan meluas dari warga yang terdampak, terutama bagi mereka yang tidak memiliki penampungan air memadai.
"Ada juga warung orang tutup karena enggak ada air. Kasihan mereka yang tidak punya tandon penampung air. Bagaimana mau nampung air di tandon, ember saja bertambal," ujar seorang warga menggambarkan kesulitan, Minggu (12/10).
Warga juga banyak mendapati pemandangan ibu-ibu membawa jeriken di malam hari untuk mencari sumber air alternatif. "Banyak malam ketemu ibu-ibu bawa jerigen enggak tahu kemana mereka cari air," tambahnya.
Rendy, salah satu warga yang tinggal di rumah kontrakan di RT 13 Kelurahan Tanah Grogot, mengaku sudah empat hari air di rumahnya sama sekali tidak mengalir. Dia terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari bagi istri dan anaknya.
"Air sampai sekarang belum nyala (mengalir), jadi kami beli air galon saja untuk bisa membantu sedikit keperluan air, itu pun enggak bisa boros dipakai mandi," kata Rendy Sabtu (11/10). Ia bahkan menyebut, dalam sehari bisa menghabiskan hingga lima galon air untuk keperluan darurat.
Warga berharap Perumdam Tirta Kandilo dapat segera menyelesaikan perbaikan pipa agar pasokan air bersih dapat normal kembali, mengingat kebutuhan air merupakan prioritas mendasar. (*)
Editor : Dwi Restu A