TANAH GROGOT - Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Paser diperingati dengan berbagai momen, salah satunya agenda Pawai yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Paser.
Sekolah di bawah Kemenag Paser dan pesantren di Kecamatan Tanah Grogot, para pelajar dan santrinya mengikuti pawai ini dengan antusias tinggi. Mereka berpakaian bertema santri dan pakaian muslim dari berbagai negara.
Selain para santri, beberapa cabang olahraga bela diri juga turun pawai dan menampilkan beberapa gerakan khasnya di hadapan masyarakat yang menonton. Iringan drumband dan salawat bergema di sepanjang jalan para peserta pawai.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Paser, Romif Erwinadi mewakili bupati menyampaikan sejak ditetapkan pada 2015, setiap tahun Paser rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Untuk peringatan Hari Santri Tahun 2025 ini mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”.
Tema tersebut merefleksikan lompatan paradigma bahwa santri tidak lagi hanya diposisikan sebagai penjaga tradisi, melainkan aktor aktif dalam membangun masa depan bangsa yang inklusif, sejahtera, dan berperadaban.
"Peringatan tahun ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran santri sebagai agen perdamaian, penjaga moral bangsa, dan motor penggerak peradaban dunia," kata Romif.
Peringatan Hari Santri 2025 menandai era baru kehadiran santri di kancah global. Dan untuk pertama kalinya, akan diselenggarakan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Internasional di Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan pada 1-7 Oktober 2025. Ajang prestisius ini mempertemukan para santri dari berbagai negara Asia Tenggara untuk menunjukkan keunggulan mereka dalam mengkaji kitab kuning-warisan intelektual klasik Islam.
Selain itu MQK Internasional, akan digelar pula Halaqah Astaloka di delapan titik strategis nasional, dari Pondok Pesantren Tebuireng hingga Masjid Istiqlal, yang mengkaji kembali nilai Resolusi Jihad dalam konteks kekinian. Hal ini memberi pesan bahwa kini santri tidak hanya mengaji, tetapi membawa cahaya peradaban. Kini saatnya santri Indonesia memberikan kontribusi nyata bagi dunia.
"Melalui momen Hari Santri 2025 ini pula, mari kita bersama-sama mendoakan para pahlawan terutama dari kalangan ulama, kiai, santri yang telah syahid di medan perang demi kemaslahatan bangsa dan agama," kata Romif.
Editor : Muhammad Ridhuan