KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Kabupaten Paser mulai membuka peluang baru di sektor ekonomi lokal.
Program makan bergizi gratis yang selama ini dijalankan pemerintah daerah kini diperluas dengan melibatkan masyarakat dan pelaku usaha.
Langkah ini bukan sekadar memperluas layanan, tetapi juga menciptakan peluang investasi baru yang menjanjikan di bidang penyediaan pangan bergizi.
Baca Juga: Persiapan Sekolah Rakyat, Dinas Sosial Paser Update Data Keluarga Miskin
Satuan Gugus Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Paser resmi membuka kesempatan bagi individu, koperasi, BUMDes, maupun badan usaha seperti PT dan CV untuk menjadi penyedia dapur atau mitra MBG.
Sekretaris Satgas MBG Paser, Budi Hartika, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon mitra.
Salah satunya adalah kepemilikan lahan dan bangunan yang dapat difungsikan sebagai dapur produksi.
“Minimal luasnya 150 meter persegi agar bisa digunakan untuk kegiatan produksi makanan bergizi,” ujar Budi, Selasa (4/11/2025).
Proses kemitraan ini, kata Budi, akan dilakukan secara transparan dan profesional.
Sebelum menjalin kerja sama, calon penyedia diwajibkan melampirkan proposal pengajuan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) bangunan dan perlengkapan, serta rencana kerja dan timeline pelaksanaan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dan standar gizi yang diterapkan sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.
Penambahan dapur MBG di Paser diharapkan tidak hanya memperluas jangkauan penerima manfaat, tetapi juga menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar.
Sebab, pasokan bahan baku makanan akan mengandalkan produk dari petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal.
“Kami ingin program ini tidak hanya tentang makan bergizi untuk anak-anak sekolah, tapi juga tentang membangun ekosistem ekonomi lokal yang berkelanjutan,” tutur Budi.
Baca Juga: TTG 2025 Paser Resmi Dibuka: Inovasi Desa dan UMKM Siap Unjuk Gigi
Dengan langkah percepatan ini, Satgas MBG menargetkan Kabupaten Paser menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di Kalimantan Timur.
Saat ini, sudah ada tiga dapur MBG yang beroperasi di Kecamatan Tanah Grogot. Ke depan, jumlahnya akan terus ditambah untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat, terutama di wilayah pedesaan.
Budi optimistis, kolaborasi dengan investor dan masyarakat dapat memperkuat program makan bergizi sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah. (*)
Editor : Ery Supriyadi