Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perekonomian Paser Melesat; Didominasi Tambang, Sektor Lain Kian Menguat

Muhammad Najib • Jumat, 7 November 2025 | 13:40 WIB
MELESAT: Event olahraga turut membuat ekonomi Paser meningkat berkat kunjungan peserta dari luar daerah.
MELESAT: Event olahraga turut membuat ekonomi Paser meningkat berkat kunjungan peserta dari luar daerah.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Perekonomian Paser menunjukkan tren pertumbuhan yang positif pada 2025. Ditopang posisi strategis daerah sebagai pintu masuk Provinsi Kalimantan Timur dari sisi selatan. Meski sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar, geliat sektor lain menunjukkan penguatan signifikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Paser Bayu Agung Prasetio mengungkapkan bahwa pembangunan di Paser bergerak ke arah yang lebih baik.

"Sektor utama yang masih mendominasi perekonomian adalah pertambangan dan penggalian dengan distribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2024 mencapai 60,63 persen," ujar Bayu, Jum'at (7/11).

Bayu mencatat adanya hasil yang semakin membaik dari sektor lain. Hal ini terlihat dari peningkatan distribusi PDRB selain pertambangan dan penggalian, yang naik dari 33 persen pada 2023 menjadi 39,37 persen pada 2024.

Peningkatan ini didorong berbagai faktor, di antaranya pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan berbagai event baik tingkat regional, nasional, maupun internasional, serta pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Data BPS menunjukkan, pada triwulan II 2025 secara year-on-year (tahunan), pertumbuhan ekonomi Paser di sektor sekunder mencapai 9,41 persen dan sektor tersier sebesar 10,05 persen. Angka ini merefleksikan adanya peningkatan kegiatan pembangunan yang tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Terkait dampak penyelenggaraan event, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser Kurniawan menambahkan bahwa kontribusi nyata dari kegiatan olahraga terhadap hunian hotel dan pendapatan asli daerah (PAD).

Dari total 652 kamar hotel yang tersedia, sebanyak 410 kamar berhasil terjual. "Estimasi income hotel khusus untuk malam pembukaan turnamen itu mencapai Rp 112 juta," kata Kurniawan.

Dampak yang lebih besar terlihat dari acara road race yang digelar sepekan sebelumnya. Kurniawan membeberkan bahwa pendapatan hotel selama tiga malam pelaksanaan event tersebut mencapai Rp 327 juta.

"Artinya, 10 persen dari pendapatan itu, yaitu Rp 32,7 juta, masuk ke kas daerah sebagai PAD," kata Kurniawan.

Penguatan sektor non-tambang dan dampak positif dari event ini menjadi sinyal baik bahwa perekonomian Paser mulai berjalan menuju diversifikasi, mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif, dan meningkatkan potensi pariwisata serta jasa. (*)

Editor : Duito Susanto
#pertumbuhan ekonomi #Kabupaten Paser #disporapar paser