Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kolaborasi IBI Paser dan Kideco: Tingkatkan Kualitas Bidan Melalui Pelatihan CTU, Ini yang Bakal Didapatkan

Muhammad Najib • Rabu, 12 November 2025 | 11:11 WIB
PELATIHAN: Para bidan di Kabupaten Paser mengikuti pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) dari program kerja sama PC IBI Paser dan Kideco, Rabu (12/11).
PELATIHAN: Para bidan di Kabupaten Paser mengikuti pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) dari program kerja sama PC IBI Paser dan Kideco, Rabu (12/11).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Komitmen kuat dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat kembali terwujud di Kabupaten Paser.

Sebanyak 42 bidan se-Kabupaten Paser mengikuti pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU), sebuah inisiatif kolaboratif antara Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser dan PT Kideco Jaya Agung.

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari dibuka secara resmi pada Rabu, (12/11), di ruang pertemuan lantai 2 RSUD Panglima Sebaya Paser.

Acara pembukaan dihadiri berbagai pihak penting, termasuk Direktur RSUD Panglima Sebaya dr Kamal Anshari, CSR Education, Environment, and Health Department Head Kideco Anang Bagus Hasan Holidi, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Paser dr Adhiesetya Dwi Saputra, serta stakeholder terkait lainnya.

Narasumber kompeten dihadirkan langsung dari Mitra Konsultan Jogjakarta, Jafar Taking, bersama Jogja Internasional Hospital (JIH) Academy, serta dr Mansyah dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Paser.

Ketua PC IBI Kabupaten Paser Nurulita menekankan bahwa kegiatan itu bentuk partisipasi aktif IBI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pelatihan CTU sangat penting untuk mendapatkan pelayanan yang ter-update, khususnya dalam hal pencegahan kehamilan, menekan angka kematian bayi, dan penanggulangan kasus stunting baru.

"Dari 745 anggota IBI Paser, baru 70 yang terlatih sertifikasi CTU. Dengan tambahan 42 bidan, totalnya menjadi lebih dari 100 lebih bidan yang memiliki sertifikasi kompetensi," kata Nurulita.
Itu merupakan pelatihan CTU pertama kali di Paser, karena biayanya terbilang mahal sehingga perlu dukungan pihak ketiga. "Semoga Kideco terus jaya," ujarnya.

Adhisetya Dwi Saputra mengapresiasi tinggi pemerintah daerah terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan CTU sangat bermanfaat dalam mendukung program Keluarga Berencana (KB) dan pengendalian penduduk. "Alhamdulillah, selama dua tahun terakhir, pemerintah berhasil menurunkan angka kematian balita dan ibu," kata Adhisetya.

Bidan adalah garda terdepan menjaga kesehatan ibu dan anak di Paser. Kegiatan itu komitmen IBI dan Kideco dalam peningkatan kualitas kesehatan di Paser. Ia mengakui bahwa Dinas Kesehatan Paser tidak bisa berjalan sendiri.

Anang Bagus Hasan Holidi menjelaskan, Kideco berkomitmen untuk terus membantu di semua sektor pembangunan, terutama di empat sektor prioritas, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.

Meski saat ini dunia usaha di hampir semua sektor sedang di masa menantang, Kideco tetap melaksanakan program CSR bukan hanya sebagai kewajiban tapi juga komitmen.

"Pelatihan bidang kesehatan sebelumnya sudah dilakukan, mulai kader posyandu, perawat, bidan dan dokter. Untuk pelatihan kesehatan diakui lebih mahal dari pada pelatihan lainnya. Doakan kami bisa terus bertahan dan berkontribusi untuk Paser dan negara. Salam dari GM kami, Bapak Luqman," tutup Anang. (adv/jib)

Editor : Dwi Restu A
#IBI #paser #Kideco #tingkatkan kualitas #bidan