Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun Dua Tahun Terakhir di Kabupaten Paser

Muhammad Najib • Rabu, 12 November 2025 | 12:43 WIB

 

Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Paser, dr Adhiesetya Dwi Saputra.   
Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Paser, dr Adhiesetya Dwi Saputra.  
 

TANAH GROGOT - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Paser mencatat ada penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Paser selama dua tahun terakhir.

Kabid Kesehatan Masyarakat Diskes Paser, dr Adhiesetya Dwi Saputra mengungkapkan sejak 2023, AKI jumlahnya ada 12. Kemudian pada 2024 menurun jadi 7, dan pada 2025 berjalan sampai November ini ada 5 kematian.

"Semoga hanya sampai 5 kematian sampai akhir Desember 2025," kata dr Adhiesetya, Rabu (12/11/2025).

Sementara untuk AKB jumlahnya memang lebih banyak dari AKI, pada 2023 ada 72 kematian, pada 2024 ada 62, dan pada 2025 ini per November ada 50 lebih. Ia berharap tidak ada lagi angka tersebut bertambah di akhir tahun.

Ia menyebut program pemerintah daerah bersama Tim PKK hingga tingkat desa terus berupaya menurunkan angka AKI dan AKB, sejalan dengan program penurunan angka stunting.

"Salah satu program terbaru ialah pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) untuk 42 bidan se-Kabupaten Paser," katanya. Menurutnya, para bidan adalah garda terdepan dalam penurunan AKI, AKB dan angka stunting di daerah.

Ia berharap peningkatan kompetensi bidan dan tenaga kesehatan lainnya di Paser bisa menurunkan kasus kematian dan kasus lainnya terkait ibu dan anak. Total ada 700 lebih bidan yang tersebar di sepuluh kecamatan di Paser. (*)

Editor : Sukri Sikki
#stunting #kematian ibu dan anak #Kabupaten Paser #dinas kesehatan