Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ritual Penutup Melas Taon 2025 Bikin Lapangan Gentung Temiang Penuh Sesak, Ada Apa?

Muhammad Najib • Selasa, 18 November 2025 | 09:23 WIB

Anggota DPRD Paser hadir dalam penutupan Melas Taon 2025 pada Senin (18/11/2025).
Anggota DPRD Paser hadir dalam penutupan Melas Taon 2025 pada Senin (18/11/2025).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT —
Suasana adat kembali menyelimuti Tanah Grogot pada awal pekan ini. Tradisi tahunan masyarakat Paser tersebut menarik perhatian banyak pihak dan menjadi pusat aktivitas budaya di daerah.

Di tengah meriahnya rangkaian acara, prosesi adat yang digelar kali ini menjadi momentum penting untuk menjaga kesinambungan warisan leluhur di era modern.

Baca Juga: Kunjungan Mendadak Wabup Paser ke Bappenas: Ada Apa dengan Data DTSEN?

Acara Melas Taon 2025 resmi ditutup melalui prosesi adat Tambak Pulut yang berlangsung di Lapangan Gentung Temiang, Senin (17/11/2025). Prosesi ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak 13 November.

Ketua DPRD Paser Hendra Wahyudi hadir bersama sejumlah anggota DPRD lainnya, yakni Sukran Amin, Nurhayati, Regina Fabiola, dan Lasminah.

Hendra menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Melas Taon yang dinilai mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan tradisi ini menjadi bukti kuat bahwa pelestarian adat dan budaya Paser tetap berjalan meski berada di tengah arus digitalisasi.

“Semoga setiap pelaksanaan Melas Taon dari tahun ke tahun bisa lebih besar dan semakin meriah dengan merangkul semua budaya yang ada di Kabupaten Paser,” ujarnya.

Melas Taon merupakan ritual adat masyarakat Paser yang diyakini berfungsi membersihkan alam, waktu, hari, bulan, dan tahun dari pengaruh buruk atau ruh jahat.

Prosesi Tambak Pulut yang menjadi puncak dari keseluruhan rangkaian bertujuan sebagai tolak bala dan penyucian lingkungan.

Baca Juga: 65 Personel Polisi Akan Turun Selama Operasi Zebra Mahakam 2025: Anak Sekolah Tidak Ada Pengecualian

Dalam ritual tersebut, gunungan ketan lima warna dipotong sembari dibacakan doa.

Setiap warna memiliki makna tersendiri: putih melambangkan kebersihan hati, kuning simbol harapan cerah, hijau untuk kesuburan, hitam sebagai penolak bala, dan merah menggambarkan semangat perjuangan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#DPRD Paser #Gentung Temiang Paser #Melas Taon