Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kasus Laka Masih Tinggi di Paser, Satlantas Gandeng Wartawan Jadi Pelopor Keselamatan di Jalan

Muhammad Najib • Rabu, 19 November 2025 | 08:33 WIB

Satlantas Polres Paser menggandeng jurnalis di Paser sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, Selasa (18/11/2025).
Satlantas Polres Paser menggandeng jurnalis di Paser sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas, Selasa (18/11/2025).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Upaya meningkatkan keselamatan di jalan raya kembali menjadi perhatian aparat. Berbagai pihak dinilai perlu terlibat karena tingkat kecelakaan di Paser masih tinggi dan banyak dipicu pelanggaran dasar pengendara.

Di tengah perhatian itu, peran wartawan turut disorot sebagai garda penyebar informasi. Pandangan tersebut disampaikan langsung oleh Kasatlantas Polres Paser, AKP Weny Wahyuningsih, ketika bersilaturahmi dengan jurnalis di Kabupaten Paser, Selasa (18/11/2025) sore.

Baca Juga: Ritual Penutup Melas Taon 2025 Bikin Lapangan Gentung Temiang Penuh Sesak, Ada Apa?

Pada momen inilah, perspektif kepolisian muncul di pertengahan laporan. AKP Weny menyebut media memiliki jangkauan informasi yang luas, sehingga dapat membantu mengingatkan masyarakat tentang pentingnya disiplin berlalu lintas.

“Masih minim kesadaran berkendara aman, termasuk penggunaan helm,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa banyak kecelakaan dipicu rendahnya kepatuhan pengendara, terutama dari kalangan pelajar yang bahkan belum memiliki SIM. Padahal pihak sekolah maupun kepolisian telah melarang pelajar di bawah umur mengendarai motor atau mobil.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Menurut AKP Weny, masih banyak orang tua membiarkan anaknya berkendara ke sekolah.

“Jika orang tua sudah membolehkan anak di bawah umur tanpa SIM berkendara motor, artinya mereka sudah siap merelakan anaknya mengalami risiko kecelakaan,” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada alasan jarak rumah atau kesibukan dapat menjadi pembenaran. Saat ini banyak pilihan transportasi yang bisa dimanfaatkan. Bahkan, kelalaian orang tua bisa berujung pidana bila anak di bawah umur terlibat kecelakaan.

“Mohon teman-teman jurnalis bantu kami menyampaikan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat,” ucapnya.

AKP Weny juga mengingatkan bahwa siapa pun bisa menjadi korban maupun pelaku kecelakaan. Banyak kasus menunjukkan pengendara yang sudah berada di jalur benar tetap dinyatakan bersalah jika tidak melakukan upaya menghindar.

Baca Juga: Kunjungan Mendadak Wabup Paser ke Bappenas: Ada Apa dengan Data DTSEN?

“Misalnya kita berada di jalur yang benar, tetapi ditabrak dari lawan arah. Jika tidak ada upaya menghindari, kita bisa dinyatakan bersalah sesuai aturan,” tuturnya.

Satlantas berharap edukasi keselamatan bisa semakin masif dengan dukungan media, sehingga angka kecelakaan di Paser dapat ditekan. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#paser #wartawan #satlantas #kasus laka lantas #pelopor keselamatan #pelanggaran administras