KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Tim Sekretariat Bersama (Sekber) pemerintah pusat telah meninjau Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kabupaten Paser Jumat (5/12) lalu.
Dari hasil peninjauan di SMP 5 Tanah Grogot, pendidikan Kabupaten Paser diapresiasi pemerintah pusat.
Penyambutan pemerintah daerah, kreativitas pelajar, dan capaian program pendidikan di Paser dinilai jadi patokan standar pendidikan yang telah berjalan.
Perwakilan Tim Sekber SPM, Benjamin Sibarani, mengapresiasi keterbukaan data dan upaya progresif yang telah dilakukan Pemkab Paser. Dia menekankan bahwa SPM bukan hanya tentang pemenuhan kuantitas, tetapi juga kualitas pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
"Kunjungan bertujuan memberikan dukungan teknis dan memastikan bahwa alokasi anggaran daerah untuk pendidikan benar-benar berdampak pada peningkatan mutu. Data dari kadisdikbud menjadi modal penting bagi kami untuk memberikan rekomendasi yang konstruktif kepada pemerintah pusat," kata Benjamin
Bupati Paser dr Fahmi Fadli menegaskan, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dia memberikan arahan agar seluruh jajaran Disdikbud menjadikan hasil monitoring dan evaluasi tersebut sebagai acuan perbaikan berkelanjutan.
Pendidikan yang dilaksanakan mengutamakan program-program yang secara langsung dapat meningkatkan kompetensi lulusan dan menurunkan angka putus sekolah.
"Mari kawal SPM agar berkualitas dan dijaga terus. Untuk pendidikan, sudah sangat besar anggaran yang dialokasikan pemerintah daerah. Mulai TPP guru dan penganggaran P3K," kata Fahmi. (*)
Editor : Dwi Restu A