KALTIMPOST.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser menggelar Parade Budaya Nusantara yang meriah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Paser.
Acara tersebut dilaksanakan di arena promosi Putri Petung (arena MTQ) pada Selasa (16/12).
Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Disdikbud Paser Yunus Syam dan diikuti oleh 15 kelompok dengan total 1.270 peserta. Mereka dari berbagai etnis dan komunitas budaya di Paser.
Yunus Syam menyampaikan pentingnya peran kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa, dan cipta manusia yang menjadi warisan sosial masyarakat,” kata Yunus.
Ia menjelaskan kebudayaan tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, berfungsi sebagai sarana untuk beradaptasi dengan lingkungan dan mengatur hubungan antar sesama menuju kehidupan yang lebih baik.
Mengusung tema “Parade Nusantara, Bersatu dalam Keberagaman Budaya Wujudkan Paser Tuntas”, Yunus berharap kebersamaan masyarakat Paser dapat terus terjaga meski memiliki latar belakang budaya yang beragam.
“Kolaborasi dan sinergi lintas budaya menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Yunus menegaskan bahwa keberagaman budaya di Paser mencerminkan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, kondisi daerah yang aman dan damai saat ini adalah hasil dari kuatnya persaudaraan, persatuan, dan kesatuan masyarakat.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Paser Surpiani menyampaikan kegiatan itu bertujuan sebagai wadah promosi seni dan budaya daerah.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas budaya lokal serta menumbuhkan semangat persatuan antar etnis yang hidup berdampingan secara harmonis di Paser,” jelas Surpiani.
Parade tersebut menampilkan kekayaan budaya Paser, antara lain budaya adat Paser, Jawa, Bugis, Bali, Banjar, Batak, serta berbagai komunitas budaya Nusantara lainnya, yang bersama-sama menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-66 Paser. (jib/rd)
Editor : Romdani.