TANAH GROGOT - Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Paser bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas Ketahanan Pangan berencana menggelar Operasi Pasar Murah. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat di akhir tahun.
Kepala Bulog Cabang Paser, Muhammad Mukhlis menyampaikan bahwa agenda rutin ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 22 hingga 23 Desember 2025.
Meski demikian, pelaksanaan teknis masih menunggu sinkronisasi jadwal final dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser. Dalam pasar murah kali ini, Bulog akan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Komoditas yang akan dijual adalah Beras Premium, Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gula Pasir, Minyak Goreng. Untuk saat ini, komoditas daging belum tersedia dalam daftar stok pasar murah kali ini.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Paser Budi Hartika menyampaikan rencananya Pasar Murah dilaksanakan di Outlet Pangan Paser di Jalan RA. Kartini. Tidak hanya Bulog, ada pelaku usaha tani, peternakan, perikanan, dan perindagkop dihadirkan.
"Kemarin pada 15-16 sudah dilaksanakan juga Pasar Murah. Jadi selanjutnya pada 22 dan 23 itu," katanya.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying, karena stok di Gudang Bulog Cabang Paser dipastikan dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan warga Paser hingga awal tahun depan.
Pasar murah ini merupakan bagian dari upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Paser untuk menekan potensi kenaikan harga (inflasi) yang biasanya terjadi di penghujung tahun akibat meningkatnya permintaan konsumen.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya dalam mendapatkan akses pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Lokasi detail pelaksanaan akan segera diumumkan segera setelah koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan rampung. Adapun stok komoditas berupa beras sebanyak 2.300 ton, gula pasir 23 ton, dan minyak goreng sebanyak 1.500 liter. (*)
Editor : Sukri Sikki