Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Paser Masih Kesulitan Distribusi Logistik Laut, Dua Pelabuhan Ini Jadi Pemasok Utama

Muhammad Najib • Jumat, 19 Desember 2025 | 15:07 WIB

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Paser Adi Maulana saat rapat inflasi di Pemprov Kaltim.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Paser Adi Maulana saat rapat inflasi di Pemprov Kaltim.

TANAH GROGOT - Distribusi logistik sembako ke Kabupaten Paser dari luar daerah masih berharap pelabuhan laut dari Trisakti Banjarmasin Kalimantan Selatan, dan Pelabuhan Semayang Balikpapan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Paser Adi Maulana menyampaikan tantangan utama inflasi di Kabupaten Paser terletak pada jalur distribusi logistik. Ini disampaikannya saat rapat inflasi dengan Pemprov Kaltim pada Kamis (18/12/2025).

Ketergantungan pada pasokan bahan baku dari luar daerah menjadi perhatian serius, terutama mengingat jarak tempuh yang jauh dari Pelabuhan Trisakti dan juga Pelabuhan Semayang Balikpapan. Paser menghadapi risiko keterlambatan pasokan yang dikirim melalui Balikpapan karena tingginya arus logistik menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Hal ini menjadi salah satu pemicu tekanan harga di wilayah Paser," kata Adi Maulana, Jum'at (19/12/2025). Untuk meredam inflasi, Pemkab Paser telah menjalankan berbagai langkah konkret, di antaranya, menggelar Operasi Pasar, Gerakan Pangan Murah, serta bekerja sama dengan Pertamina untuk Operasi Pasar LPG.

Baca Juga: Amankan Nataru: Polres Paser Siagakan 110 Personel dan Tiga Posko Operasi Lilin Mahakam 2025

Paser saat ini kata Adi mampu memproduksi 3 juta butir telur dan 4.000 kilogram daging ayam. Produksi ini bahkan telah merambah pasar regional melalui kerja sama Perumda dengan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan.

"Untuk komoditi cabai dan tomat, pemerintah memaksimalkan gerakan menanam di pekarangan rumah masyarakat," kata mantan Kepala Dinas Perhubungan Paser itu. Stok beras di Paser dilaporkan tetap stabil. Pemkab Paser juga menyatakan kesiapannya menyediakan tempat bagi Bulog serta tengah fokus mengembangkan komoditi bawang merah.

Dari tanggapan Pemprov Kaltim, Paser diberikan apresiasi tinggi atas capaian dan inisiatif dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Namun juga ada catatan khusus terkait komoditi bawang merah yang kerap menjadi pemicu inflasi nasional.

Baca Juga: Jepang Kembali Kucurkan Hibah, UGD Puskesmas Long Ikis Paser Segera Dibangun

Komoditi bawang merah yang dihasilkan di Paser, terutama dengan adanya perluasan lahan pengembangan, diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan tidak didistribusikan ke luar Kaltim.

Pemerintah daerah diminta menjaga dan memperhatikan para tengkulak agar tidak menjual ke Kalsel, agar ketersediaan pangan kita di Kaltim tetap stabil. ​Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan pasokan dan harga di tingkat provinsi, sejalan dengan semangat digitalisasi keuangan daerah yang terus didorong untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih efisien dan transparan di seluruh wilayah Kaltim. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#paser #distribusi logistik