KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Tim Rescue/Penyuluh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, Marwansyah, menyampaikan pendapatnya tentang maraknya kasus buaya menyerang manusia di beberapa wilayah.
Pria yang selalu turun ke lapangan itu saat pencarian korban yang diterjang buaya mengungkapkan, masyarakat dihadapkan dilema dengan kondisi ini. Pasalnya buaya termasuk satwa yang harus dilindungi, sementara jika tidak ditangkap atau dimusnahkan, bisa membahayakan.
"Perlu lintas instansi di daerah dan kementerian membahas ini untuk solusi ke depannya," kata Marwan, Kamis (22/1/2026).
Dia memahami kondisi alam yang tergerus dan merembet ke habitat buaya, membuat satwa tersebut terkadang juga terpaksa bertemu atau berdampingan dengan manusia. Namun bagi warga yang apes, bisa saja diserang hingga tewas.
"Kasus terjadi tidak hanya pada warga yang memancing udang, tapi ada juga yang sedang naik perahu melintas atau saat ingin mandi ke jamban," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir di Paser, kasus buaya menyerang manusia cukup tinggi. Selama 2025 ada dua korban meninggal diterkam buaya, dan dua lainnya luka berat namun selamat. Untuk 2024 kasusnya lebih banyak, sekitar 6 kasus. Sementara pada 2026 ini sudah ada satu kasus. (*)
Editor : Duito Susanto