Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dinkes Paser dan Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Stimulasi Anak Usia Dini, Perkuat Tumbuh Kembang Anak, Investasi untuk Masa Depan

Nugroho Pandu Cahyo • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:39 WIB

 

INVESTASI: Para peserta pelatihan mengabadikan momen bersama narasumber dari Tanoto Foundation dan Kepala Dinas Kesehatan Paser Amri Yulihardi (tengah).
INVESTASI: Para peserta pelatihan mengabadikan momen bersama narasumber dari Tanoto Foundation dan Kepala Dinas Kesehatan Paser Amri Yulihardi (tengah).

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan (Diskes) Paser bekerja sama dengan Tanoto Foundation menyelenggarakan pelatihan stimulasi anak usia dini.

Ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Early Stimulation in PRImary Health Service INteGration (SPRING). Kegiatan intensif yang berlangsung selama lima hari di Desa Jone, (19-23 Januari 2026) menyasar puluhan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat.

Pelatihan ini bertujuan membekali para garda terdepan kesehatan masyarakat dengan kompetensi praktis guna mengoptimalkan masa emas tumbuh kembang anak di Paser.

Materi pelatihan disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup topik usia emas (0–6 Tahun): saat otak anak bertumbuh paling cepat dan fase yang tidak akan terulang.

Kemudian konsep dasar stimulasi perkembangan anak serta peran fasilitator dalam memandu aktivitas stimulasi untuk menjadi fasilitator yang andal. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan penggunaan Buku Panduan Fasilitator dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 2024.

Sebagai acuan aktivitas stimulasi, penguatan komunikasi interpersonal dan penyuluhan perubahan perilaku, serta praktik pemanfaatan berbagai media seperti poster, leaflet, lembar balik, dan video edukasi.

Kepala Dinas Kesehatan Paser, Amri Yulihardi, menyoroti urgensi stimulasi yang tepat di tingkat keluarga.

"Banyak anak-anak kita yang belum berkembang sesuai usianya, bukan karena sakit tetapi karena kurangnya stimulasi yang tepat. Untuk itu, ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tapi harus kita lakukan bersama-sama melalui kolaborasi lintas sektor," tegas Amri.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Rakhmawati selaku Project Manager Proyek SPRING dari Tanoto Foundation menekankan pentingnya investasi sumber daya manusia sejak dini. "Kolaborasi ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan memperkuat peran kader dan tenaga kesehatan,” bebernya.

“Kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas dan memiliki daya saing tinggi. Jika kita berinvestasi kepada anak usia dini secara maksimal, maka kita akan panen hasilnya di masa depan. Melalui Proyek SPRING, kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara utuh," tambah Rakhmawati.

Dukungan penuh juga disuarakan oleh pemerintah tingkat desa. Kepala Desa Jone, Rawi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan warganya. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena harapan yang ingin dicapai sangat mendukung pemecahan masalah kesehatan balita, khususnya di Desa Jone," ungkap Rawi.

Sebagai aksi nyata pasca-pelatihan, sepanjang 2026 para peserta akan mengintegrasikan sesi stimulasi rutin di layanan Puskesmas Pembantu (Pustu), serta melaksanakan edukasi berkelanjutan melalui Posyandu dan kunjungan rumah. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara mandiri dan berkelanjutan di Paser. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pelatihan #paser #stimulasi #tanoto foundation #dinas kesehatan #anak usia dini #tumbuh kembang anak