KALTIMPOST.ID-Pemerintah resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program itu diluncurkan serentak di enam daerah prioritas di Indonesia, salah satunya di Kaltim, tepatnya di Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong, Paser.
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) sekaligus menekan ketergantungan impor parent stock (PS) ayam, baik bagi koperasi, peternak, maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hilirisasi itu diharapkan memperkuat kemandirian produksi protein hewani nasional dan menjaga stabilitas pasokan pangan asal ternak.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda menegaskan, program itu tidak sekadar pembangunan infrastruktur peternakan, melainkan pembentukan ekosistem terintegrasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, penguatan produksi dari hulu hingga hilir menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan dan mencegah kerugian ekonomi akibat ketergantungan pasokan dari wilayah tertentu.
“Langkah ini sangat krusial untuk menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program makan bergizi gratis,” ujarnya, Jumat (6/2).
Menindaklanjuti kebijakan nasional tersebut, PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mengambil peran penting dalam pelaksanaan groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Paser.
Proyek itu berada dalam skema investasi nasional bernilai hingga USD 7 miliar atau sekitar Rp 117 triliun yang dikoordinasikan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo menjelaskan bahwa PTPN IV tidak terlibat langsung dalam pembiayaan investasi tersebut.
Perusahaan berperan sebagai penyedia aset lahan yang siap digunakan, sementara pendanaan berasal dari ekosistem investasi strategis yang berada di bawah koordinasi Danantara.
“Peran kami adalah menyediakan lahan perkebunan yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi. Pendanaan sepenuhnya didukung oleh pemerintah melalui Danantara dengan melibatkan BUMN pangan,” jelas Ugun di sela kegiatan groundbreaking.
Baca Juga: Kuasa Hukum Petani Muara Siram Mengecam karena Sita Lahan Sawit Plasma Dua Kali Ditolak PN Kubar
Ia menambahkan, proyek ini menggunakan model kemitraan. PTPN IV menyediakan lahan, sementara operasional teknis peternakan akan dijalankan oleh mitra yang memiliki keahlian, termasuk BUMN pangan seperti ID FOOD (PT Berdikari), serta melibatkan koperasi, peternak rakyat, dan UMKM lokal.
Pada tahap awal di Kabupaten Paser, proyek difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock berupa 14 kandang modern berteknologi tinggi dengan sistem closed house. Fasilitas ini dirancang menampung hingga 140.000 ekor indukan ayam.
“Dengan kapasitas tersebut, target produksi Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam bisa mencapai 10 juta ekor per tahun. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan dari Pulau Jawa sehingga harga daging ayam di Kalimantan lebih kompetitif dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” kata Ugun.
Pemkab Paser menyambut positif penetapan wilayahnya sebagai salah satu sentra produksi protein nasional.
Sekkab Paser Katsul Wijaya menilai kesiapan lahan yang dimiliki PTPN IV menjadi salah satu faktor utama kepercayaan pemerintah pusat.
“Penetapan lokasi ini melalui pertimbangan matang, melihat kesiapan lahan PTPN IV serta sinergi dengan program perkebunan dan peternakan daerah yang sudah berjalan,” ujarnya.
Menurut Katsul, kehadiran proyek ini tidak hanya memperkuat ketersediaan telur dan daging ayam, tetapi juga mendukung upaya penanganan stunting dan menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Lebih jauh, proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini dirancang memberikan dampak ekonomi luas atau multiplier effect.
Ekosistem yang dibangun akan melibatkan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat sebagai mitra rantai pasok, baik dalam penyediaan pakan, distribusi, maupun penyerapan tenaga kerja.
Dengan skala produksi mencapai 10 juta DOC per tahun, proyek ini diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan serta menggerakkan ekonomi kerakyatan di sekitar Kabupaten Paser dan wilayah sekitarnya.
“Harapan pemerintah pusat agar terjadi pemerataan sentra produksi ayam dan telur di luar Pulau Jawa, hari ini mulai diwujudkan dari Paser,” pungkas Ugun.
Kegiatan groundbreaking tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, antara lain Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner I Ketut Wirata, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA Arief Murdiyanto, Bupati Paser Fahmi Fadli, Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle, serta Region Head PTPN IV Regional V Sudarma Bhakti Lessan. (adv/jib/rd)
- PTPN IV PalmCo siapkan lahan poultry di Paser, sokong makan bergizi gratis dan ekonomi kerakyatan.
- Dukung swasembada pangan nasional, PTPN IV PalmCo siapkan aset lahan untuk hilirisasi ayam terintegrasi di Paser.
- Pemerintah mulai hilirisasi ayam terintegrasi di enam daerah, PTPN IV PalmCo siapkan aset lahan strategis pada saat ground breaking di Paser untuk dukung swasembada protein.