KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Ruas Kuaro-Batu Aji, Muhammad Idris Djafar, resmi mengumumkan dimulainya proyek penggantian Jembatan Busui.
Proyek strategis ini dikerjakan dengan nilai kontrak sebesar Rp 17.807.138.000 menggunakan metode pengadaan e-Catalog.
Pengerjaan yang dijadwalkan berlangsung selama 300 hari kerja ini (18 Februari–14 Desember 2026) akan menghasilkan jembatan baru dengan bentang sepanjang 42 meter dan lebar 10,80 meter. Struktur utama jembatan akan menggunakan fondasi bore pile, pile cap beton, serta bangunan atas berupa girder PCI.
Muhammad Idris Djafar menegaskan bahwa BBPJN sangat memprioritaskan kenyamanan masyarakat selama masa konstruksi. Oleh karena itu, pekerjaan struktur fisik utama di lapangan sengaja dijadwalkan setelah hari raya.
"Pekerjaan struktur akan kami laksanakan setelah Lebaran demi menjaga arus mudik Lebaran 2026 aman dan lancar di wilayah jembatan," kata Idris, Kamis (5/3/2026).
Meski pengerjaan fisik berat belum dimulai, saat ini tim di lapangan telah melakukan langkah-langkah persiapan teknis dan keselamatan. Langkah tersebut meliputi pengujian tanah (bore log) pada titik abutmen, pemesanan material girder PCI dari IKN, serta pemasangan CCTV dan rambu-rambu pengarah untuk menjamin keamanan di area proyek.
Diketahui Jembatan Busui ambruk pada Januari 2025 lalu karena truk semen oleng. Sampai saat ini belum dibangun kembali. Hanya ada alternatif yaitu jembatan bailey di sebelahnya. (*)
Editor : Duito Susanto