KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Komunitas lari di Kabupaten Paser, TgtRun atau Tanah Grogot Run, sebelum Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 melaksanakan Trail Run dengan rute ke Gunung Sampi, di Desa Luan Kecamatan Muara Samu.
Lari yang berbeda dengan lari di jalan raya, selain rute hutan, tujuan yang dikejar adalah gunung dengan ketinggian 441 meter di atas permukaan laut (MDPL). Gunung Sampi berdampingan dengan Gunung Boga yang sudah terkenal seantero nusantara.
Gunung Boga adalah panggung pertunjukannya, Gunung Sampi adalah balkon eksklusif untuk menikmati kemegahan alam Bumi Daya Taka (Paser).
Anggota komunitas TgtRun Khalik Achmad Nasra menyampaikan, mereka menaklukkan Gunung Sampi pada 17 Februari 2026 lalu. "Kami rutin ke sini untuk latihan trail run," ungkapnya, Minggu (15/3).
Jika dihitung waktu berlari dari daratan Desa Luan sampai ke puncak gunung, membutuhkan waktu sekitar satu jam dengan ketinggian 4,5 kilometer. Namun, bagi pendaki normal tanpa lari mungkin bisa dua jam lebih.
Ia menyebut kunjungan ke Gunung Sampi saat itu lumayan ramai, banyak wisatawan lain yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sengaja mendaki dan camping. Beberapa kali saat ke sana pun juga sering bertemu wisatawan lain.
Saat itu TgtRun hanya agenda latihan dari subuh hingga siang hari, tidak untuk menginap camping. Namun pemandangan yang diliat pagi hingga jelang siang hari tetap indah.
Keindahan Gunung Boga justru sangat bergantung pada kehadiran Gunung Sampi. Dari puncak Sampi, bisa terlihat Gunung Boga di kejauhan, dikelilingi hamparan kelapa sawit dan selimut awan putih.
Lelah mendaki atau berlari berjam-jam seolah menguap saat kabut mulai tersingkap di bawah kaki. Di sana, pengunjung tidak hanya melihat awan, tapi merasa benar-benar berada di atasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A