Kepala Desa Klempang Sari, Sugiarto menjelaskan bahwa penggunaan koin kayu tersebut merupakan strategi untuk menciptakan daya tarik khas bagi wisatawan. Koin-koin ini memiliki nilai nominal mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000 dan diproduksi langsung menggunakan material kayu dari desa setempat.
"Sengaja digunakan transaksi ini agar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang," ujar Sugiarto, Minggu (29/3/2026).
Selain menawarkan pengalaman belanja yang berbeda, pasar ini fokus menyajikan berbagai masakan tradisional yang mulai langka. Sugiarto menyebutkan bahwa menu yang dijajakan adalah masakan unik dan khas yang jarang ditemui di wilayah perkotaan.
Pembangunan Wisata Mangrove dan Pasar Tradisional ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa dengan pihak ketiga. Program ini dirancang khusus untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif bagi warga sekitar.
Sasaran utama pelaku ekonomi adalah ibu rumah tangga yang memiliki keahlian memasak dan pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Kuaro.
Fasilitas Wisata di sini, pengunjung dapat menikmati suasana alam hutan mangrove dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. Biaya tiket masuk dibanderol cukup terjangkau, yakni Rp 10.000 per orang.
Sugiarto mengimbau kepada seluruh wisatawan agar tetap menjaga kelestarian alam dan kebersihan area wisata selama berkunjung. "Mohon masyarakat yang berbelanja dan makan di sini agar menjaga kebersihan bersama," katanya. (*)
Editor : Sukri Sikki