Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Program MBG di Paser Dihentikan Sementara Pasca Tiga SPPG Kena Suspend BGN

Muhammad Najib • Kamis, 16 April 2026 | 18:14 WIB
DIHENTIKAN SEMENTARA: Seluruh SPPG di Paser sementara dihentikan oleh BGN terkait standar operasional. (NAJIB/KP)
DIHENTIKAN SEMENTARA: Seluruh SPPG di Paser sementara dihentikan oleh BGN terkait standar operasional. (NAJIB/KP)

TANAH GROGOT – Operasional tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, resmi dihentikan untuk sementara waktu (suspend). Langkah ini diambil karena fasilitas dapur tersebut belum memiliki Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar nasional.

Sekretaris Kabupaten Paser Katsul Wijaya, mengonfirmasi bahwa penghentian ini merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 401.1 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur petunjuk teknis tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 yang mewajibkan standar sanitasi ketat.

Baca Juga: RSUD Panglima Sebaya Borong Tiga Penghargaan di Top BUMD Awards 2026, Bupati Fahmi Apresiasi Tinggi

"Ada beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti pada masing-masing SPPG, sehingga dilakukan pemberhentian sementara. Persyaratan utama operasional dapur adalah ketersediaan IPAL," kata Katsul, Rabu (15/4).

Adapun tiga titik layanan yang terdampak penghentian sementara ini adalah SPPG Jone, SPPG Tapis, dan SPPG Jone 2. Ketiga unit tersebut merupakan garda terdepan program MBG di wilayah pusat kota Tanah Grogot. Akibat penghentian ini, distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat di wilayah tersebut terhenti hingga perbaikan fasilitas selesai dilakukan.

Meskipun operasional di pusat kota sedang terkendala, pengembangan infrastruktur gizi di Kabupaten Paser terus berjalan. Hingga Februari 2026, tercatat ada 9 Unit Tambahan: Telah rampung 100 persen dan sedang menunggu penunjukan pengelola resmi dari BGN. Sementara untuk SPPG Terpencil, dari target 88 unit, sebanyak 54 persen masih dalam tahap konstruksi.

Baca Juga: Perkuat Tata Kelola, Sekretariat DPRD Paser Gelar Sosialisasi Manajemen Risiko 2026

Katsul Wijaya menegaskan bahwa perbaikan IPAL kini tengah dikebut oleh pihak pengelola. Kecepatan perbaikan akan menentukan seberapa cepat layanan bagi masyarakat kembali dibuka.

Program MBG di Kabupaten Paser sendiri memiliki misi strategis untuk menekan angka stunting. Selain menyasar pelajar, program ini juga menyasar kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

"Nanti kita lihat dari ketiga SPPG ini, mana yang lebih dulu memenuhi syarat IPAL-nya, maka itulah yang akan segera melanjutkan kegiatan MBG agar berjalan kembali," katanya. (jib/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#paser #badan gizi nasional #SPPG #ipal #Mbg