Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Persiapkan SDM Kompeten, UPTD BLK Paser Buka Pelatihan Kerja Tahap I 2026

Muhammad Najib • Selasa, 5 Mei 2026 | 14:05 WIB
PENINGKATAN: Pembukaan pelatihan kerja kepada warga Kabupaten Paser dari UPTD Balai Latihan Kerja Paser, Selasa (5/5). 
PENINGKATAN: Pembukaan pelatihan kerja kepada warga Kabupaten Paser dari UPTD Balai Latihan Kerja Paser, Selasa (5/5). 

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Pemerintah Kabupaten Paser, melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Paser, resmi memulai program pelatihan kerja tahap pertama di tahun 2026.

Sebanyak 48 warga Kabupaten Paser terpilih menjadi peserta untuk mendalami berbagai keahlian praktis, guna memenuhi kebutuhan pasar kerja maupun wirausaha mandiri.

Antusiasme masyarakat terhadap program itu tergolong tinggi. Dari total 120 pendaftar yang mengikuti tahapan seleksi tertulis dan wawancara, hanya 48 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengisi tiga kelas kejuruan utama.

Baca Juga: Evaluasi RSUD HIS, Pj Sekda Kubar Minta Layanan dan Unit Operasional Dibenahi

Selama lebih dari 250 jam pelajaran, para peserta akan dibimbing secara intens dalam bidang operator komputer muda, servis sepeda motor sistem injeksi, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana

Kepala UPTD BLK Paser Decy Mutia Suhartini mengungkapkan, program tersebut merupakan respons atas usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa.

"Kami berterima kasih kepada pihak desa yang telah aktif mengusulkan kegiatan itu. Meski saat ini masih terdapat kendala efisiensi anggaran untuk akomodasi peserta dari jauh, kami akan terus berupaya memfasilitasi kebutuhan warga," ujar Decy.

Selain tiga kejuruan tersebut, BLK Paser juga telah menyiapkan program lanjutan seperti bidang kecantikan serta pembuatan roti dan kue untuk tahap II.

Baca Juga: Drainase Tersumbat Lumpur, Tim PUPRK Bontang Turun Cegah Banjir

Program-program ini dibiayai melalui skema kolaborasi anggaran, termasuk dukungan dari APBN untuk kejuruan Otomotif dan Listrik.

Output dari pelatihan tidak sekadar sertifikat, melainkan kompetensi nyata yang akan dicatatkan dalam sistem DTSEN. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu bersaing di dunia industri atau membuka lapangan kerja baru (berwirausaha), yang pada akhirnya berkontribusi langsung pada penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Paser.

 

Membuka kegiatan secara resmi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser Rizky Noviar menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam akses pendidikan non-formal.

Meski saat ini peserta masih didominasi warga Kecamatan Tanah Grogot, Rizky menegaskan komitmennya untuk menjangkau seluruh kecamatan di Paser.

Baca Juga: Christophe Nduwarugira: Borneo FC Tak Terbebani Target Menang, Siap Habis-habisan Demi Gelar Juara

Beberapa poin evaluasi dan rencana strategis ke depan antara lain pembangunan ssrama. Dinas mengusulkan pembangunan fasilitas penginapan ke bupati Paser agar peserta dari pelosok kecamatan tidak terkendala tempat tinggal selama pelatihan.

Disnakertrans akan menyebarkan informasi jadwal pelatihan lebih awal agar warga di luar Tanah Grogot memiliki persiapan yang lebih matang.

Mengingat lulusan SMA dan S1 saat ini menghadapi persaingan kerja yang ketat, pelatihan BLK hadir sebagai jembatan skill yang dibutuhkan industri.

Baca Juga: Angka Anak Tidak Sekolah Masih Jadi PR di Kutim, Bupati Sebut Pendataan Belum Maksimal

"Manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Jangan berhenti pada ilmu yang didapat di sini saja, terus berkembang. Ini adalah langkah nyata menuju Paser yang lebih mandiri dan kompeten," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#BLK PASER #Kompeten #masyarakat #peningkatan sdm