TANAH GROGOT – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Paser resmi memulai program pelatihan kerja tahap pertama tahun 2026 bagi warga Kabupaten Paser. Program ini bertujuan untuk membekali tenaga kerja lokal dengan keahlian spesifik guna menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser, Rizky Noviar menegaskan bahwa dinas tidak hanya berhenti pada pemberian materi, tetapi akan memantau perkembangan peserta setelah pelatihan berakhir.
"Jangan hanya mengumpulkan sertifikat atau cari uang saku. Kita akan pantau terus dan monitor. Target kita mengurangi pengangguran. Percuma ikut pelatihan tapi masih menganggur," kata Rizky, Selasa (5/5/2026).
Sebanyak 48 peserta terpilih dari total 120 pendaftar telah lolos seleksi tertulis dan wawancara. Mereka akan mengikuti pelatihan selama lebih dari 250 jam yang terbagi dalam tiga kejuruan utama yaitu Operator Komputer Muda, Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi, dan Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana
Menanggapi data 6.500 pengangguran di Kabupaten Paser, Rizky menyatakan pemerintah siap memberikan dukungan penuh bagi alumni BLK yang ingin membuka usaha mandiri. Bantuan tersebut mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga akses perbankan dan program kredit.
Namun, ia juga menyoroti kendala fasilitas, terutama ketiadaan penginapan bagi peserta yang berasal dari luar kecamatan Tanah Grogot. Terkait hal ini, pihak dinas telah mengusulkan pembangunan asrama kepada Bupati Paser agar prinsip keadilan program "Paser Tuntas" dapat dirasakan merata oleh warga di seluruh kecamatan.
Ke depannya, Disnakertrans berkomitmen untuk menginformasikan jadwal pelatihan lebih awal agar calon peserta dari wilayah jauh dapat melakukan persiapan yang lebih matang. (*)
Editor : Sukri Sikki