TANAH GROGOT – Lulusan program Paket A, B, dan C di Kabupaten Paser diharapkan bisa terus melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Kasrani Latief.
Kasrani menyebut baru saja ada sebanyak 80 warga belajar dari PKBM Umiza di Paser yang resmi dinyatakan lulus untuk tahun ajaran 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 13 lulusan Paket A, 27 lulusan Paket B, dan 40 lulusan Paket C. Sementara itu, data akumulatif untuk kelulusan beberapa tahun terakhir saat ini berada di bawah pendataan Dinas Pendidikan setempat.
Baca Juga: Membangun Sinergi, Silaturahmi, dan Dialog Warga Gunung Bahagia-Balikpapan
Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang para peserta didik yang berhasil menuntaskan pendidikan kesetaraan meski sempat mengalami putus sekolah. Ia juga menegaskan bahwa ijazah nonformal memiliki kedudukan hukum yang kuat.
"Ijazah Paket A, B, dan C memiliki kedudukan legalitas yang setara dengan ijazah pendidikan formal. Oleh karena itu, para lulusan memiliki hak penuh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau menggunakannya untuk memasuki dunia kerja," kata Kasrani, Minggu (17/5/2026).
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Paser itu berpesan agar para lulusan tidak cepat puas dan terus melangkah maju demi mewujudkan impian mereka. Ia berharap para alumni dapat menjadi penggerak di lingkungan masyarakat sekitar.
"Perpisahan kelulusan bukan akhir, tapi awal dari langkah kalian untuk membuktikan diri. Jaga semangat belajarnya, karena pendidikan itu proses seumur hidup. Lanjutkan pendidikan selanjutnya, jangan pernah berhenti, dan tuntaskan cita-cita yang pernah terpendam," katanya.
Lulusan pendidikan paket ini diharapkan jadi agen perubahan untuk teman-teman yang belum melanjutkan pendidikan, dan bersama-sama membangun Paser, Kaltim, serta Indonesia pada umumnya.
Selain memotivasi siswa, Kasrani mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) saling bersinergi menyukseskan pendidikan nonformal. Menurutnya, penguatan sektor ini sangat krusial dalam mendukung percepatan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai wadah koordinasi antar-PKBM, FK PKBM Kaltim berharap PKBM lainnya di Kalimantan Timur untuk terus konsisten mendampingi dan memfasilitasi warga belajar hingga tuntas. (*)
Editor : Sukri Sikki