KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser tengah memacu proyek rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR) Sadurengas, Tapis, Kecamatan Tanah Grogot.
Langkah itu diambil guna memastikan kesiapan venue menjelang gelaran Paser International Table Tennis Championship (ITTC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–26 Juli mendatang.
Baca Juga: Delegasi KONI Kaltim di Rakernas KONI 2026, Apresiasi Sukses PON XXI 2024
Rehabilitasi itu merupakan instruksi langsung dari bupati Paser agar sarana dan prasarana siap menyambut serta menjamu para atlet, termasuk delegasi dari luar negeri.
Kabid Olahraga Disporapar Paser Abdhy Fermana mengungkapkan, renovasi akan difokuskan pada sejumlah fasilitas utama demi mengejar standar internasional.
"Item-item yang akan kita rehab selain tribun khusus VIP, kemudian beberapa atap juga ada yang bocor termasuk di dalam sarana toilet," kata Abdhy, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Karst Sangkulirang-Mangkalihat Menuju Pengakuan Dunia, Kutim Bidik Potensi Wisata
Perbaikan itu untuk bisa menjamu tamu-tamu dari luar ini termasuk atlet dari luar negeri. Selain fasilitas utama, Disporapar Paser juga menyasar penataan interior ruang tunggu serta ruang transit pemain agar lebih representatif. Peningkatan kualitas pencahayaan dan pengaturan suhu ruangan di dalam GOR juga menjadi perhatian serius.
Meski Technical Delegate (TD) dari Pengprov PTMSI Kaltim menyatakan kondisi eksisting GOR sudah layak, bupati meminta agar kualitas pencahayaan ditingkatkan ke level maksimal. Sementara untuk mengatasi suhu panas di dalam gedung, penyelenggara akan bekerja sama dengan Event Organizer (EO).
Pengadaan AC/pendingin udara portabel menggunakan sistem sewa melalui EO, Disporapar juga akan melakukan penambahan daya fasilitas GOR Sadurengas dalam waktu dekat.
Baca Juga: Pemkab Kubar Dorong Angkutan Barang Berkeselamatan: Sinergi Menuju Zero ODOL 2027
Proyek perbaikan menyeluruh diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar. Abdhy menargetkan renovasi interior, toilet, dan fasilitas mendesak lainnya dapat rampung sesegera mungkin, sementara pengerjaan fisik berskala besar seperti tribun akan menyusul kemudian. (*)
Editor : Dwi Restu A