TANAH GROGOT – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser sukses menyelenggarakan festival khusus pemuda bertajuk Pemuda Fest 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Mei 2026 ini dipusatkan di depan Kantor Disporapar Paser, Komplek Stadion Sadurengas, Tanah Grogot.
Mengusung tema Pemuda Bangkit Dalam Kolaborasi Paser TUNTAS, gelaran ini hadir sebagai wadah nyata bagi muda-mudi Bumi Daya Taka untuk unjuk kemampuan melalui berbagai kreasi positif dan inovatif.
Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Paser Syarif Rakhmadani mengatakan esensi utama dari Pemuda Fest ini adalah memantik produktivitas generasi muda, khususnya dalam bidang karya kreatif dan kewirausahaan.
"Kegiatan Pemuda Fest ini sebenarnya lebih pada meng-kreativitaskan pemuda untuk lebih berkarya dan berwirausaha tentunya. Karena apa yang kita lombakan di Pemuda Fest ini kan ada produk-produk hasil karya mereka sendiri, termasuk produk wirausaha pemuda," ujar Syarif, Minggu (24/5/2026).
Festival yang dikhususkan bagi pemuda usia 16 hingga 30 tahun ini berhasil menarik minat dan antusiasme tinggi dari puluhan muda-mudi di Tanah Grogot. Meski salah satu agenda, yaitu lomba band pemuda, batal dilaksanakan karena keterbatasan jumlah peserta, kemeriahan festival sama sekali tidak surut.
Baca Juga: PembangunanTrotoar Jalan Patimura Segera Dikerjakan, Penyesuaian Anggaran Pengaruhi Volume Proyek
Sebanyak empat cabang kegiatan tetap sukses memukau para pengunjung yang memadati area stadion, di antaranya Lomba Stand Up Comedy, Lomba Pidato Berbahasa Inggris, Cosplay Fashion Show, dan Lomba Stand Kreatif Pemuda
Pada lomba stand up, para peserta unjuk gigi memamerkan berbagai produk kerajinan tangan dan kreasi mandiri yang membuktikan potensi besar pemuda Paser di sektor industri kreatif.
Tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, Pemuda Fest 2026 juga dirancang secara strategis untuk mendongkrak sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf). Disporapar Paser menggandeng para pelaku UMKM lokal yang tergabung dalam Komunitas Kuliner GOR Sadurengas.
Para pelaku usaha ini merupakan barisan UMKM yang biasanya meramaikan agenda mingguan Car Free Night (CFN) setiap Jumat malam. Melalui integrasi Pemuda Fest dan CFN, roda perekonomian masyarakat sekitar ikut berputar lebih kencang.
"Di antara pelaku UMKM itu juga banyak yang masuk kategori pemuda berusia 16 sampai 30 tahun. Dengan adanya integrasi kegiatan ini, inshaAllah pendapatan dan perekonomian mereka bisa jauh lebih meningkat," kata Syarif, saat penutupan acara pada Sabtu (23/5/2026) malam.
Disporapar Paser menegaskan bahwa komitmen pembinaan kepemudaan tidak berhenti pada momentum festival ini saja. Bidang Kepemudaan telah menyiapkan program jangka panjang berupa Pelatihan Kecakapan Hidup.
Program ini dirancang khusus bagi lulusan SMA/SMK sederajat maupun perguruan tinggi agar siap bersaing di dunia kerja atau tangguh dalam berwirausaha.
"Program pelatihan kecakapan hidup ini sangat krusial. Kita tahu tidak semua lulusan sekolah melanjutkan ke perguruan tinggi; banyak yang langsung berjuang mandiri mencari kerja atau membuka usaha," jelas Syarif.
Lebih dekat lagi, menyambut momentum besar Kabupaten Paser yang didapuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-8 pada November mendatang, Disporapar tengah menyiapkan program pelatihan berskala besar.
"Tahun ini, kami juga memberikan pelatihan Liaison Officer (LO) kepada 600 pemuda Paser. Mereka akan kita biasakan dan terjunkan langsung untuk membantu menyukseskan persiapan hingga pelaksanaan Porprov nanti," katanya.
Melalui kesuksesan Pemuda Fest 2026 dan rangkaian program strategis yang berkesinambungan, Disporapar Paser berharap generasi muda Bumi Daya Taka dapat terus mengasah kreativitasnya, menjauhi aktivitas negatif seperti narkotika dan alkohol, serta melahirkan terobosan baru yang berdampak luas bagi kemajuan bangsa. (*)
Editor : Sukri Sikki