TANAH GROGOT - Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kancab) Paser-Penajam Paser Utara (PPU) memastikan akan menambah pasokan minyak goreng subsidi merek Minyakita sebanyak 400 ribu liter. Pasokan ini dijadwalkan tiba secara bertahap mulai bulan depan guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Paser dan PPU.
Asisten Manager Pengadaan dan Operasi Bulog Kancab Paser-PPU, Ade mengungkapkan bahwa pemesanan dalam jumlah besar ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.
"Kami sudah melakukan pemesanan Minyakita sekitar 400 ribu liter. Kemungkinan pasokan tersebut akan mulai datang bulan depan secara bertahap," kata Ade, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Melihat Mangrove Lati Tuo Kuaro, Bisa Keliling Naik Perahu dan Beri Makan Monyet
Ade menambahkan, tambahan pasokan ini akan memperkuat cadangan minyak goreng Bulog sehingga proses distribusi ke masyarakat dapat berjalan lancar tanpa kendala. Dengan stok yang melimpah, potensi gejolak harga akibat tingginya permintaan diharapkan dapat diminimalkan.
Untuk memastikan efektivitas di lapangan, Bulog Paser-PPU juga menggandeng sejumlah mitra untuk memantau dan mencatat perkembangan harga pokok di pasar secara berkala. Langkah ini diambil agar pihak Bulog dapat merespons dengan cepat jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
"Selain pemantauan harga melalui mitra di pasar, kami juga rutin melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat," jelas Ade.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Prostitusi Online di Penginapan Sangkulirang, Kutim
Melalui program GPM tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pokok seperti minyak goreng, beras, dan bahan pangan lainnya dengan harga yang lebih miring dibanding harga pasar.
Saat ini, Bulog Kancab Paser-PPU menjual Minyakita seharga Rp 14.500 per liter. Angka tersebut berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 15.700 per liter.
Pihak Bulog mengimbau masyarakat untuk tidak panik atau khawatir akan terjadinya kelangkaan. Kondisi stok saat ini dinilai masih berada dalam kategori aman, dan akan semakin diperkuat oleh pasokan baru yang segera datang dalam waktu dekat. (*)
Editor : Sukri Sikki