Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jembatan Sei Kasungai Sepanjang 80 Meter Telah Beroperasi, Dukung Mobilitas Warga Rantau Buta dan Rantau Layung

Muhammad Najib • Selasa, 2 Juni 2026 | 06:30 WIB
Jembatan penghubung desa di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang.
Jembatan penghubung desa di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang.

KALTIMPOST.ID-Jembatan Sei Kasungai di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang telah rampung dan diresmikan langsung oleh Bupati Paser dr Fahmi Fadli pada Senin (1/6).

Jembatan permanen dengan panjang 80 meter dan lebar 6 meter itu dibangun untuk menggantikan jembatan gantung lama yang kondisinya memprihatinkan.

Jembatan Sei Kasungai merupakan akses utama bagi masyarakat di dua desa, yaitu Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung.

Fahmi berpesan agar masyarakat akan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga dan merawat infrastruktur umum tersebut.

“Jembatan ini dibangun untuk mendukung aktivitas masyarakat. Untuk itu, masyarakat juga memiliki peranan dalam menjaga dan merawat jembatan sebagai infrastruktur fasilitas umum,” kata Fahmi.

Keberadaan jembatan baru ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi kemajuan desa, mulai pembukaan akses transportasi warga menjadi lebih cepat dan aman, memperlancar distribusi barang dan jasa untuk menggerakkan perekonomian lokal, hingga mempersingkat waktu tempuh menuju sekolah, pasar, dan layanan kesehatan.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: PLTA Mahulu Peluang Mengaliri Listrik IKN, Otorita Sebut Jadi Ajang Kurangi Ketergantungan Energi Fosil dan Transisi Energi Bersih

Berbagai pertumbuhan di desa akan terdampak dari jembatan ini, terutama pada aktivitas perekonomian masyarakat, pelayanan, serta pendidikan, yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain jembatan, Pemkab Paser juga tengah merencanakan pembangunan infrastruktur jalan melalui proyek multiyears (tahun jamak). Salah satunya adalah perbaikan ruas Jalan Sungai Terik - Rantau Buta - Rantau Layung.

Untuk segmen Sungai Terik - Rantau Buta, direncanakan penanganan sepanjang 2,7 kilometer. Ruas ini masuk dalam 1 dari 8 prioritas jalan yang mendesak untuk segera ditangani pemerintah daerah.

Kepala Desa Rantau Buta, Rofi'iyadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemkab Paser atas terealisasinya jembatan yang selalu diusulkan warga setiap tahunnya.

Ia menyampaikan permohonan agar pemerintah daerah segera membenahi infrastruktur jalan menuju Desa Rantau Buta dan Desa Rantau Layung yang saat ini kondisinya masih memprihatinkan.

“Kami sudah sampaikan kondisi jalan ini juga perlu mendapat sentuhan pembangunan Pemkab Paser,” katanya. (jib/rd)

Editor : Romdani.
#Bupati Paser Fahmi Fadli #penajam paser utara #ibu kota nusantara #kutai kartanegara #Kutai Barat