TANAH GROGOT — Usai meresmikan Jembatan Sei Kasungai di Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Bupati Paser dr Fahmi Fadli meminta PT Kideco Jaya Agung turut berkontribusi membangun infrastruktur jembatan yang menghubungkan Desa Rantau Layung dan Desa Rantau Buta.
Langkah ini diambil untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Fahmi menanggapi usulan Kepala Desa Rantau Buta, Rofi'iyadi, terkait kebutuhan dua unit jembatan baru di ruas jalan utama antardesa.
Fahmi berharap PT Kideco, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Batu Sopang, dapat mengalokasikan anggaran perusahaan untuk menggarap salah satu dari jembatan yang diusulkan.
"Kami harap PT Kideco bisa menyalurkan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan salah satu jembatan dari dua jembatan yang diusulkan Kades Rantau Buta," kata Fahmi Fadli, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Tim Elang Polres Paser Tangkap Terduga Pengedar Sabu 19,84 Gram di Pangkalan Ojek Kuaro
Fahmi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Paser berkomitmen membenahi infrastruktur jalan dan jembatan tanpa memandang jumlah penduduk di suatu desa. Pembangunan Jembatan Sei Kasungai sendiri berhasil rampung dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Paser Tahun 2025.
Saat ini, akses menuju hilir memang masih menantang. Desa Rantau Buta berjarak 12 kilometer dari jalan Nasional Kuaro-Batu Aji, sedangkan Desa Rantau Layung terletak lebih masuk ke dalam dengan jarak 22 kilometer dari Desa Rantau Buta. Kondisi jalan tersebut saat ini belum bisa dilalui oleh mobil dan terhambat oleh dua titik jembatan rusak yang masing-masing memiliki bentang sepanjang 15 meter dan 17 meter.
Baca Juga: Pendaftaran Perlinsos Digital Balikpapan Dibuka 4 Juni, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Kepala Desa Rantau Buta, Rofi'iyadi mengatakan bahwa warga sangat terbantu dengan diresmikannya Jembatan Sei Kasungai. Namun, ia berharap usulan pembangunan dua jembatan penghubung ke Desa Rantau Layung bisa segera terealisasi agar mobilitas warga kedua desa dapat berjalan lancar tanpa kendala geografis lagi. (*)
Editor : Sukri Sikki