KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser menggelar asesmen lapangan untuk seleksi calon mahasiswa program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga administrasi sekolah di SMP 2 Tanah Grogot, Kamis (4/6).
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari surat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda, terkait seleksi program studi Akuntansi dan Manajemen untuk angkatan 2026/2028. Di mana para mahasiswa yang merupakan tenaga kependidikan di sekolah akan kuliah di UWGM.
Baca Juga: Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Juni 2026, Simak Jadwal, Syarat, dan Cara Cek Penerima
Plt Kabid Pembinaan Ketenagaan (PK) dan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdikbud Paser Lukman Sardi menjelaskan, seluruh biaya perkuliahan program kerja sama ditanggung penuh APBD Paser. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 36,9 juta per mahasiswa, dengan rincian biaya per semester berkisar antara Rp 8–10 juta.
Hingga saat ini, tercatat ada 157 peserta yang mendaftar, terdiri dari program studi Manajemen dan Akuntansi. Jumlah tersebut berpotensi melonjak hingga 160 orang karena masih ada calon mahasiswa yang mengunggah berkas. Demi menjamin komitmen peserta, Disdikbud Paser mewajibkan pengisian surat pernyataan khusus.
"Kami menyediakan surat pernyataan. Jika (mahasiswa) berhenti di tengah jalan, wajib bersedia mengembalikan beasiswa sebesar lima kali lipat," tegas Lukman.
Baca Juga: LPM dan Ketua RT Graha Indah Kawal Penghapusan Budaya Titipan SPMB 2026/2027
Sementara itu, Sekretaris DPRD Paser M Iskandar Zulkarnain mengungkapkan, program RPL itu lahir dari kesamaan kehendak antara legislatif dan eksekutif dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Paser juga mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang menginisiasi RPL bagi guru PAUD, yang ditargetkan tuntas sarjana pada 2028. Langkah itu dinilai mendahului program Kementerian Pendidikan yang baru akan menggagas hal serupa tahun depan.
Senada dengan hal itu, Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam optimistis peningkatan kualifikasi pendidikan tenaga kependidikan ini akan berdampak langsung pada kenaikan akreditasi sekolah di Kabupaten Paser.
Baca Juga: Pusamania Berduka, Ikon Pusamania "Pakle Pusam" Tutup Usia
Dukungan penuh juga datang dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Paser.
Dipastikan BKPSDM siap mengawal pengembangan SDM ini dan akan langsung melakukan penyesuaian gelar bagi para peserta setelah mereka resmi lulus nanti. (*)
Editor : Dwi Restu A