KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Taka Turon Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan olahraga, melainkan didorong sebagai motor penggerak ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Paser.
Festival tahunan ini diharapkan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan UMKM, seni budaya, hingga sport tourism. Ini adalah tahun kedua sejak 2025.
Plt Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Syarif Rakhmadani, menjelaskan bahwa "Taka Turon" berasal dari bahasa Paser yang berarti "Semangat Kita". Nama ini mencerminkan simbol kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga: Borong 5 Medali, Perkemi Balikpapan Sukses Besar di Kejurnas Shorinji Kempo Rektor Unhas Cup 2026
"Taka Turon ini adalah simbol semangat kebersamaan seluruh masyarakat untuk bergerak bersama mendukung pembangunan daerah melalui olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif," kata Syarif, Senin (22/6/2026).
Pemkab Paser mengapresiasi gelaran ini karena dinilai mampu mendorong kemandirian ekonomi warga. Momentum ini terbilang tepat mengingat tren pertumbuhan ekonomi Paser mulai merangkak naik.
Pertumbuhan Ekonomi Paser pada 2025 tercatat sebesar 3,61 persen, dan meningkat menjadi 3,65 persen pada triwulan pertama 2026.
Baca Juga: 780 Gamer Bertarung Selama Tiga Hari di Event Polres Paser
Sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 54,89 persen pada 2025. Namun, kontribusi sektor ini terus menurun sejak 2022 berkat masifnya pembangunan infrastruktur yang memicu pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan.
Syarif optimistis festival ini dapat menjadi salah satu pengungkit utama untuk mempercepat diversifikasi ekonomi tersebut.
"Saya yakin Festival Taka Turon ini akan menjadi salah satu motor penggerak pendongkrak ekonomi kita melalui ekonomi kreatif dan pelaku UMKM," imbuhnya.
Mengusung tema "Menggerakkan Sport, Menguatkan Ekonomi Kreatif", festival ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Paser untuk membangun citra daerah sebagai destinasi wisata olahraga unggulan di Kaltim.
"Paser harus dikenal sebagai daerah yang aktif mengembangkan wisata olahraga. Tidak hanya karena didaulat menjadi tuan rumah PORPROV Ke-8 Kalimantan Timur, tetapi karena melihat besarnya peluang ekonomi melalui wisata olahraga," tegas Syarif.
Melalui inovasi yang terus dikembangkan setiap tahunnya, Taka Turon Festival ditargetkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan, memperluas pasar produk lokal, dan membantu UMKM naik kelas.
Event yang berlangsung selama dua hari itu menggelar Fun Night Run yang diikuti lebih dari 500 peserta, kemudian ada penampilan dari penyanyi lokal menyanyikan lagu daerah, dan esoknya ada kegiatan penampilan budaya tari dan lagu dari orchestra sekolah. (*)
Editor : Duito Susanto