Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

PSSI Paser Gelar Kongres Perdana 2026, Wajibkan Klub dan Pemain Masuk Sistem Digital SIAP

Muhammad Najib • Rabu, 24 Juni 2026 | 12:58 WIB
PERDANA BERGULIR: Kongres pertama PSSI Paser digelar sejak terpilihnya kepengurusan baru pada 2025 lalu, Senin (22/6).
PERDANA BERGULIR: Kongres pertama PSSI Paser digelar sejak terpilihnya kepengurusan baru pada 2025 lalu, Senin (22/6).

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Paser resmi menggelar Kongres Pertama 2026 di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Paser, Senin (22/6).

Agenda utama kongres berfokus pada pembahasan statuta baru serta penerapan Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP) sebagai basis pendataan digital.

Ketua PSSI Kabupaten Paser Abdurrahman KA mengatakan, ke depan seluruh klub anggota wajib mendaftarkan pemainnya melalui akun SIAP. Sistem itu terintegrasi langsung dengan PSSI Provinsi Kalimantan Timur hingga PSSI pusat demi memantau data pemain secara nasional.

Baca Juga: Kebutuhan Fasilitas Lapas di Kutim Dinilai Mendesak, Kajian Ilmiah Segera Disiapkan

"Klub nantinya harus memasukkan seluruh pemain ke dalam akun SIAP. Kalau sudah terdaftar di sistem, pemain tidak bisa lagi berpindah-pindah klub secara bebas seperti sebelumnya," kata Abdurrahman.

Langkah digitalisasi diambil untuk menciptakan tata kelola administrasi sepak bola yang tertib, transparan, dan profesional. Selain itu, SIAP diproyeksikan mampu menyudahi persoalan tumpang tindih data pemain yang selama ini kerap mewarnai berbagai kompetisi resmi.

Selain persoalan digitalisasi data, kongres juga memperketat syarat keanggotaan. PSSI Paser, yang mewajibkan klub baru untuk mengantongi legalitas yang jelas jika ingin diakui dalam statuta terbaru.

Baca Juga: Kekejaman Taufik Hidayat: Pukul Yuvita hingga Luka Parah tapi Bantah Congkel Mata

Klub yang baru harus memiliki akta pendirian, susunan kepengurusan yang jelas, dan dokumen administrasi lainnya. Jika persyaratan dalam statuta tidak dipenuhi, maka klub tersebut tidak bisa lolos menjadi anggota resmi PSSI. 

Abdurrahman menilai mayoritas klub di Paser sebenarnya telah memenuhi syarat administratif. Tantangan terbesar justru diprediksi muncul dari sisi pendataan pemain. Selama ini, jamak ditemui seorang pemain membela lebih dari satu klub dengan sistem pinjam informal atau sekadar memperkuat tim tertentu saat turnamen.

Melalui sistem SIAP, praktik tersebut dipastikan tidak bisa lagi dilakukan dalam kompetisi resmi di bawah naungan PSSI.

Baca Juga: Pesisir Pulau Miang Kutim Diduga Tercemar, Warga Temukan Lapisan Minyak di Laut Sekitar Jeti Sawit

Pemain kata dia harus terdaftar di satu klub. Kalau mau pindah, harus ada proses perpindahan pemain yang resmi dikeluarkan dari klub lama, kemudian didaftarkan ke klub baru dalam sistem. 

Regulasi ketat itu diharapkan mampu mendongkrak standar pembinaan pemain dan pengelolaan klub di Kabupaten Paser menuju level profesional. (*)

Editor : Dwi Restu A
#pssi #paser #Klub #pemain