TANAH GROGOT – DPRD Kabupaten Paser mendukung penuh terlaksananya program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi tenaga administrasi sekolah pada 2026 ini melalui APBD Kabupaten Paser.
Sekretaris DPRD Paser, M. Iskandar Zulkarnain mengungkapkan bahwa program RPL ini lahir dari kesamaan kehendak antara legislatif dan eksekutif dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini IPM Paser terbilang masih rendah dibanding daerah lain di Kaltim dan juga provinsi lainnya.
Namun Paser kata Zulkarnain patut berbangga, program yang sudah berjalan dua tahun ini mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang menginisiasi RPL bagi guru PAUD, yang ditargetkan tuntas sarjana pada 2028 untuk seluruh guru.
"Langkah ini dinilai mendahului program Kementerian Pendidikan yang baru akan menggagas hal serupa terkait guru PAUD tahun depan," kata Zulkarnain, Senin (6/7/2026).
Ukuran keberhasilan daerah tergantung dari IPM-nya yaitu dari indikator pendidikan. Paser tengah berupaya membangun IPM ini menuju Paser Tuntas.
"Kita patut apresiasi dan Ketua DPRD yang telah mensuport kegiatan ini," katanya.
Ia menyampaikan program ini berawal saat ada pembahasan Badan Anggaran (Banggar) di DPRD Paser, di mana saat itu cukup besar anggaran sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Paser tiap tahun.
Program RPL ini berangkat dari kesamaan kehendak, saat paripurna penyampaian di DPRD, meminta Pemkab Paser menyelenggarakan RPL kepada tenaga kependidikan. Di tengah efisiensi anggaran, DPRD bangga bahwa Paser bisa menyekolahkan tenaga kependidikan S1.
Program ini juga selaras dengan Undang-Undang 2023 tahun 2014, bahwa DPRD bukan lagi lembaga berseberangan dengan pemerintah daerah. DPRD adalah unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kerjasama kuliah ini nantinya dengan Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM) Samarinda. Kabupaten Paser kata dia punya sejarah baik dengan UWGM. Rektor kedua kampus ini adalah Bupati Paser Badrani.
Program RPL tidak hanya menyasar para guru PAUD yang belum sarjana, namun juga tenaga administrasi keuangan di sekolah yang membantu jalannya administrasi keuangan pendidikan. Mereka akan mengikuti pendidikan S1 Manajemen dan Akuntansi di UWGM Samarinda. (*)
Editor : Ismet Rifani