KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser resmi meluncurkan dan mendiseminasikan buku pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Paser. Agenda penting dalam upaya pelestarian budaya ini digelar di Area Seni Museum Sadurengas, Kecamatan Paser Belengkong, Rabu (15/7/2026).
Langkah ini diambil sebagai komitmen strategis pemerintah daerah untuk melestarikan Bahasa Paser, menguatkan jati diri, serta mewariskan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda secara berkelanjutan.
Baca Juga: AKBP Sofyan Resmi Gantikan AKBP Novy Pimpin Polres Paser
Kepala Disdikbud Paser M. Yunus Syam yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Kurikulum dan Pendidik Tenaga Kependidikan (PK&PTK), Jauhari menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan warisan budaya yang menyimpan sejarah, kearifan lokal, dan karakter luhur masyarakat.
"Ketika bahasa itu tetap hidup, maka budaya dan jati diri masyarakatnya akan terpelihara. Sebaliknya, jika bahasa daerah mulai ditinggalkan, kita akan kehilangan sebagian identitas sebagai masyarakat Paser," kata Jauhari.
Baca Juga: Keterbatasan Fasilitas Tak Halangi POSSI Kaltim Raih Peringkat Ketiga Kejurnas Finswimming 2026
Ia menambahkan, keterbatasan Bahasa Paser yang tidak memiliki aksara menjadi tantangan tersendiri dalam proses regenerasi. Oleh sebab itu, kehadiran buku Mulok ini dirancang sebagai pedoman sekaligus media pembelajaran yang efektif agar peserta didik dapat mengenal, memahami, dan mencintai bahasa daerah sejak usia dini.
Untuk diketahui, Pemkab Paser sejatinya telah menetapkan Bahasa Paser sebagai mata pelajaran Mulok di jenjang SD dan SMP sejak tahun 2023, serta terintegrasi di jenjang PAUD. Hingga tahun ajaran 2026/2027 saat ini, implementasi kurikulum Mulok tersebut sudah lengkap mencakup fase pondasi di jenjang TK, jenjang SD, hingga SMP.
Disdikbud Paser juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Adat Paser (LAP), tim penyusun, akademisi, budayawan, serta praktisi pendidikan yang telah mencurahkan dedikasinya. Kolaborasi harmonis ini dinilai menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam menjaga eksistensi budaya daerah.
Baca Juga: Peredaran Sabu di Kongbeng Terungkap, Satu Terduga Pelaku Kabur saat Digerebek Petugas
Selain melestarikan bahasa, program Mulok ini juga diintegrasikan untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan. Melalui materi pelajaran, siswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai kesopanan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, hingga kecintaan terhadap lingkungan.
Pihak Disdikbud mengimbau kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan pengawas untuk mengoptimalkan penggunaan buku ini dalam proses belajar mengajar. Ke depan, buku tersebut akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Keberhasilan pelestarian Bahasa Paser merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci agar bahasa ini tetap hidup dan berkembang di masa depan," kata Jauhari.
Manager Penerbit Erlangga Muh. Ridwan Kudsi menyampaikan proses pembuatan buku ini sangat orisinal melalui lokakarya (workshop) bersama para guru hingga berhasil merumuskan alur pembelajaran yang tepat.
"Saat ini, buku yang sudah tercetak dan siap digunakan adalah untuk kelas 1, 2, dan 3 SD, sementara untuk kelas lainnya akan menyusul," jelas Ridwan. Momen diskusi juga digelar bersama Lembaga Adat Paser, dan para penulis bukuMulok ini untuk menyempurnakan cetakan berikutnya. (*)
Editor : Sukri Sikki