Bupati Paser Minta Bidan Siap Siaga di Desa dan Larang Pengajuan Mutasi

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:37 WIB
Bupati Fahmi Fadli menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Paser, Rabu (22/7/2026).
Bupati Fahmi Fadli menghadiri kegiatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Paser, Rabu (22/7/2026).

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Bupati Paser, dr Fahmi Fadli meminta seluruh bidan desa untuk selalu siap siaga di wilayah tugasnya dan tidak lagi mengajukan permohonan mutasi penempatan. Hal tersebut disampaikannya pada peringatan Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser, Rabu (22/7/2026).

Fahmi menegaskan bahwa fasilitas pendukung di tingkat desa saat ini sudah semakin memadai, mulai dari akses transportasi yang relatif mudah hingga ketersediaan jaringan internet di seluruh kantor desa se-Kabupaten Paser.

"Tidak salah jika kita mengharapkan di setiap desa setidaknya terdapat dua bidan yang selalu siap siaga. Dikarenakan akses transportasi dan internet sudah memadai, maka tidak ada lagi alasan untuk meminta mutasi penempatan," kata Fahmi.

Baca Juga: Resmi Pimpin BGN, Sudaryono Wanti-Wanti Pihak yang Ingin Jual Namanya

Sebagai bentuk komitmen pemenuhan tenaga kesehatan (nakes), Pemkab Paser telah memberikan beasiswa bagi putra-putri daerah di Politeknik Kesehatan Samarinda. Program ini mencakup 70 kuota untuk perawat, 20 bidan, dan 10 promosi kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak menunjukkan dinamika.

Angka Kematian Ibu (AKI) menunjukkan tren penurunan yang konsisten. Terdata sebanyak 12 kasus (2023), turun menjadi 7 kasus (2024), dan kembali menekan angka kematian menjadi 5 kasus (2025).

Angka Kematian Bayi (AKB) sempat mengalami penurunan dari 72 kasus (2023) menjadi 62 kasus (2024). Namun, angka ini kembali naik menjadi 73 kasus (2025).

Sementara angka prevalensi stunting, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Paser berada di angka 23,4 persen. Sementara pada tahun 2025, mengacu pada data SIGIZIKESGA, prevalensi stunting tercatat melandai ke 16,86 persen.

Menanggapi fluktuasi angka kesehatan tersebut, Fahmi menekankan pentingnya penguatan kualitas pelayanan kesehatan, peningkatan kompetensi nakes, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan hingga ke tingkat desa. (*)

Editor : Sukri Sikki
IBI fahmi fadli Kabupaten Paser bidan