Tempati Kios Baru, Pedagang Pasar Senaken Minta Dibangunkan Toilet yang Lebih Dekat

Muhammad Najib • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:06 WIB
ANYAR: Kondisi kios baru di Pasar Penyembolum Senaken ini masih belum dilengkapi toilet.
ANYAR: Kondisi kios baru di Pasar Penyembolum Senaken ini masih belum dilengkapi toilet.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Ratusan pedagang di Pasar Penyembolum Senaken yang pindah ke lokasi kios baru dari bangunan lama non-permanen, meminta pengelola ataupun pemerintah membangunkan toilet khusus.

Pasalnya di lokasi mereka saat ini, dari ratusan blok baru tidak tersedia bangunan toilet. Toilet hanya tersedia di area kios lama pasar yaitu dekat musala. Jaraknya lebih dari 30-50 meter tergantung posisi kios mereka, atau berbeda blok pasar.

"Jauh kami pak kalau mau buang air, semoga dibangunkan toilet karena lahan sebelah masih luas," kata salah seorang pedagang kelapa parut, Senin (3/8).

Baca Juga: Ratusan Kios Pedagang di Pasar Penyembolum Senaken Pindah ke Bangunan Baru

Salah seorang pedagang pisang juga meminta agar beberapa pedagang pisang lainnya yang masih ada di area lama Pasar Penyembolum Senaken, bisa dipindahkan ke lokasi mereka agar tertata rapi. Sehingga pembeli juga bisa lebih mudah mencari banyak penjual pisang.

"Di atas sana masih ada beberapa pedagang pisang, harusnya pindah ke sini juga, kita jadi sepi akhirnya," kata seorang pedagang.

Kepala UPTD Pasar Induk Penyembolum Senaken Mohammad Djamaluddin menjelaskan, untuk pembangunan toilet pihaknya akan berkoordinasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser. Pasalnya bangunan tersebut dibangun oleh dinas tersebut dan pihaknya hanya pengelola. Bangunan pun asetnya belum diserahkan ke UPTD maupun dinas.

"Nanti kami usulkan pembangunan toilet tersebut, untuk sementara mohon pengertian pedagang untuk ke toilet di area lama sebelah musala," katanya.

Ia juga akan bertahap menyampaikan sosialisasi ke pedagang lainnya yang belum koperatif di masa relokasi, salah satunya dalam pengaturan jenis dagangan agar lebih rapi. (*)

Editor : Duito Susanto
paser relokasi pedagang Pasar Penyembolum Senaken pasar induk