Bawa Bahasa Paser Menggema di Jakarta! Intip Perjalanan Arcelona Mengenalkan Tradisi Lisan Betoreh

Muhammad Najib • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:16 WIB
Penampilan Betoreh Arcelona di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 di Jakarta beberapa bulan lalu. 
Penampilan Betoreh Arcelona di Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2026 di Jakarta beberapa bulan lalu. 

TANAH GROGOT - Di tengah kekhawatiran semakin berkurangnya penutur bahasa daerah, seorang siswi sekolah dasar asal Kecamatan Long Ikis membawa tradisi sastra lisan Suku Paser ke panggung nasional.

Melalui penampilan Betoreh pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional 2026 di Jakarta, Arcelona Arta Waya Yasin (10) menjadi salah satu representasi upaya pelestarian bahasa ibu dari Kalimantan Timur.

Siswi kelas V SDN 002 Long Ikis itu tampil membawakan Betoreh, tradisi bertutur berupa pantun atau syair khas masyarakat Paser. Pada ajang tersebut, Arcelona masuk dalam 12 Anak Bertalenta Nasional pada kategori unjuk kebolehan.

Arcelona mengaku awalnya tidak memiliki pengalaman membawakan Betoreh. Ia baru mulai mempelajari bahasa Paser secara lebih mendalam setelah ditawari mengikuti lomba di sekolah.

"Awalnya ditawari ikut lomba Betoreh. Karena mirip menyanyi, saya mencoba ikut. Ternyata bisa sampai tampil di tingkat nasional," ujarnya, Kamis (6/8). Perjalanan menuju tingkat nasional tidak berlangsung singkat. Pada 2025 ia belum berhasil menjadi juara. Setahun kemudian, Arcelona meraih Juara I tingkat Kabupaten Paser–Penajam Paser Utara, kemudian kembali menjadi Juara I tingkat Provinsi Kalimantan Timur sehingga berhak mewakili daerah ke FTBI Nasional.

Dalam penampilannya di Jakarta, Arcelona membawakan Betoreh sambil menari, memadukan tradisi bertutur dengan pertunjukan seni. Guru pembimbingnya, Siti Komariah, berharap prestasi tersebut dapat mendorong semakin banyak pelajar mengenal bahasa daerah sejak usia dini.

"Harapan kami anak-anak mengenal, menggunakan, dan bangga terhadap Bahasa Paser dalam kehidupan sehari-hari," katanya. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Paser Surfiani menilai capaian Arcelona memiliki arti lebih luas daripada sekadar prestasi individu.

Menurutnya, keikutsertaan pelajar dalam FTBI menjadi salah satu cara menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perubahan sosial. "Bahasa dan budaya Paser kini dapat diperkenalkan lebih luas. Ini menjadi bagian dari upaya pelestarian agar Bahasa Paser tetap digunakan dan tidak kehilangan penuturnya," ujarnya.

Betoreh merupakan tradisi sastra lisan masyarakat Paser yang sejak lama digunakan sebagai media penyampaian nasihat, hiburan, dan ekspresi budaya. Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, tradisi tersebut diharapkan tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi muda. (riz)

Biodata
Nama Lengkap: Arcelona Arta Waya Yasin
Nama Panggilan: Arcelona
Jenis Kelamin: Perempuan
TTL: Pait, 8 Juni 2016
Agama: Islam
Anak Ke: Tunggal
Alamat: Desa Lombok RT.009 Kec.Long Ikis Kab.Paser, Kal-Tim
Sekolah: SDN 006 Long Ikis
Kelas: 5
Hobi: Menyanyi dan Menari

Editor : Muhammad Rizki
Arcelona Arta Waya Yasin Tradisi Betoreh Paser FTBI Nasional 2026 Suku Paser Bahasa Paser