Mengenal Arcelona, Gadis Cilik Paser yang Bawa Betoreh Kaltim hingga Panggung Nasional di Jakarta

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 19:26 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Senyum manis dan keahlian bertutur Arcelona Arta Waya Yasin (10) berhasil mencuri perhatian banyak orang. Siswi kelas 5 SD 002 Long Ikis ini membuktikan bahwa bahasa daerah bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas membanggakan yang bisa melenggang gagah hingga ke ibu kota.

Lewat kepiawaiannya membawakan Betoreh—tradisi sastra lisan berupa pantun atau syair bertutur khas Suku Paser—Arcelona sukses mengharumkan nama Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur di panggung Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Nasional 2026 di Jakarta pada Mei lalu.

Betoreh sejatinya adalah nafas kehidupan masyarakat Paser tempo dulu. Dulu, syair-syair ini bergema riyuh di tengah ladang saat musim panen padi—menjadi hiburan pelipur lara, sarana jumpa pemuda-pemudi, hingga wadah penyampaian nasihat bijak para leluhur.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Omset Pedagang Atribut Kemerdekaan Anjlok

Di tangan Arcelona, tradisi lisan yang sarat makna ini dikemas begitu apik. Uniknya, darah Paser di tubuh Arcelona sebenarnya merupakan campuran dari suku lain. Ia bahkan baru benar-benar mendalami bahasa Paser—bahasa dari garis keturunan ayahnya—saat diajak mengikuti lomba di sekolah.

"Awalnya ditawarin ikut lomba Betoreh. Karena mirip dengan menyanyi, saya coba ikut. Alhamdulillah, malah bisa sampai tampil di tingkat nasional," kata Arcelona saat ditemui, Kamis (6/8/2026).

Jalan Arcelona menuju panggung nasional tidak dibangun dalam semalam. Pada percobaan pertamanya di tahun 2025, ia harus merelakan gelar juara ke tangan peserta asal Penajam Paser Utara (PPU).

Namun, rasa penasaran dan kerja keras bersama sang guru pembimbing, Siti Komariah, melahirkan buah manis di tahun kedua:

- Tingkat Kabupaten (Paser-PPU): Berhasil menyabet Juara 1.

- Tingkat Provinsi Kaltim: Kembali meraih Juara 1 dan resmi terpilih mewakili Kaltim ke Jakarta.

- Tingkat Nasional: Meski panggung di Jakarta berkonsep Unjuk Kebolehan (non-kompetisi), Arcelona berhasil masuk ke dalam 12 Anak Bertalenta Nasional berkat aksinya yang memukau: Betoreh sambil menari. 

Keberhasilan Arcelona membawa rasa haru sekaligus harapan besar bagi para pendidiknya. Siti Komariah, yang kini menjabat sebagai Kepala SD 006 Long Ikis, berharap geliat ini bisa menular ke anak-anak lainnya.

"Cita-cita saya, anak-anak kita sejak dini bisa kenal, fasih, dan bangga menggunakan Bahasa Paser dalam kehidupan sehari-hari," kata Siti.

Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Paser, Surfiani. Menurutnya, aksi Arcelona bukan sekadar pamer bakat, melainkan benteng pertahanan bagi kebudayaan lokal.

Baca Juga: Viral Komentar Dokter kepada Pasien, IDI Balikpapan Tegaskan Pentingnya Etika Profesi di Rumah Sakit

"Bahasa dan budaya Paser yang dulu hanya akrab di telinga warga Paser dan PPU, kini menggema di panggung nasional. Aksi Arcelona ini adalah bagian dari napas panjang pelestarian agar Bahasa Paser terus eksis dan tak terancam punah," kata Surfiani. 

 

 

 

Editor : Uways Alqadrie
Arcelona Arta Waya Yasin festival tunas bahasa Ibu nasional 2026 Kabupaten Paser long ikis paser