Wisata Gunung Boga Lesu, Anggaran Desa Luan Dipangkas hingga 70 Persen

Muhammad Najib • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:06 WIB
Wisata Gunung Boga di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, mulai mengalami penurunan kunjungan wisatawan. (M NAJIB/KALTIM POST)
Wisata Gunung Boga di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, mulai mengalami penurunan kunjungan wisatawan. (M NAJIB/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Aktivitas pariwisata di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, mulai kehilangan geliat. Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata, termasuk Gunung Boga, mengalami penurunan drastis.

Kondisi tersebut turut berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat yang selama ini ikut bergerak dari aktivitas wisata. Kepala Desa Luan Ridwan Suwidi mengatakan, penurunan kunjungan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), infrastruktur yang belum memadai, hingga kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Pengelolaan objek wisata di Desa Luan berada di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Paser. Kondisi itu membuat keberlanjutan program pengembangan pariwisata turut bergantung pada kemampuan fiskal pemerintah daerah.

Baca Juga: Bawa Isu Judi Daring Pelajar, SMA 1 Jempang Juara Duta Pelajar Sadar Hukum Kubar 2026

Di sisi lain, Pemerintah Desa Luan juga menghadapi pemangkasan anggaran desa pada 2026. Besaran pemangkasan mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.

"Untuk tahun 2026 ini pemotongan anggaran mencapai 60 sampai 70 persen. Sangat kami rasakan. Banyak masyarakat yang mengeluh terkait pembangunan di desa," kata Ridwan, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, pemangkasan anggaran paling terasa pada sektor infrastruktur. Sejumlah pembangunan, terutama jalan usaha tani dan jalan ekonomi, ikut terhambat karena biaya pengerasan hingga semenisasi cukup tinggi.

Meski sektor pariwisata belum memberikan kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), Ridwan menilai keberadaan wisatawan tetap memiliki peran penting bagi perekonomian warga.

Kehadiran wisatawan membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak. Namun, di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Luan kini harus mencari alternatif untuk menjaga roda perekonomian sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satunya melalui sektor ketahanan pangan. Desa Luan mulai mengembangkan peternakan ayam kampung dengan tahap awal sebanyak 200 ekor. Selain itu, pemerintah desa juga mengembangkan ayam petelur.

Baca Juga: Trump Kabur dari Turki Pakai Pesawat C-32A, Ada Ancaman Pembunuhan dari Iran

Langkah lain dilakukan melalui sektor komersial dan sumber daya alam (SDA). Pemerintah Desa Luan menjajaki kerja sama pemanfaatan batu gunung dan pasir dengan perusahaan. Namun, rencana tersebut masih terkendala proses perizinan.

Sementara itu, kebun desa yang mendapat dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) turut dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan operasional pemerintahan desa.

Hasil dari kebun desa tersebut diupayakan untuk membantu membiayai kebutuhan seperti alat tulis kantor (ATK), rapat mendesak, hingga santunan sosial.

Ridwan berharap kondisi perekonomian nasional segera pulih sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di Desa Luan kembali bergairah.

Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah dapat kembali diperkuat melalui suntikan anggaran maupun program bantuan, khususnya dari Dinas Peternakan dan Perikanan.

"Harapannya, pemulihan ekonomi segera terwujud dan bantuan program dari pemerintah daerah bisa kembali masuk," pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Desa Luan wisata Paser anggaran desa 2026 gunung boga Muara Samu